Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kebakaran Padang Savana di Rendu Nagekeo Bahayakan Pengguna Jalan

Beberapa pengendara, mengaku kewalahan ketika melintas karena api sudah sampai dipinggir kiri-kanan jalan ketika melintas

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kebakaran Padang Savana di Rendu Nagekeo Bahayakan Pengguna Jalan
istimewa
Kondisi lahan dan savana di daerah perbatasan Dhereisa - Renduwawo Kabupaten Nagekeo, Sabtu (31/8/2019) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

TRIBUNNEWS.COM, NAGEKEO - Lokasi padang savana di daerah perbatasan Desa Dhereisa dan Renduwawo Kabupaten Nagekeo ludes terbakar.

Api dengan cepat membakar lahan, padang savana dan bukit yang luas sekitar 3 hektar lebih.

Padang savana dan bukit tersebut ludes dilalap api.

Api juga terlihat masuk hingga ke badan jalan akibat ditiup angin.

Beberapa pengendara, mengaku kewalahan ketika melintas karena api sudah sampai dipinggir kiri-kanan jalan ketika melintas.

Yang lebih mengganggu lagi adalah asap mengepul menghalangi pengendara ketika melintas.

Rekomendasi Untuk Anda

"Asap mengepung kita tadi pas lewat. Kita harus hati-hati. Inikan kebakaran dipinggir jalan. Kasihan pengendara," ujar Emandus Doa (40) yang hendak menuju Boawae.

Baca: Kebakaran Amazon: Kisah tragis pasangan yang meninggal saat mencoba menyelamatkan rumah mereka

Emandus mengaku sudah seringkali mengalami hal yang sama ketika melintasi jalur Danga-Aemali. Pasti akan menemukan kebakaran lahan dipinggir jalan.

Ia mengatakan kebakaran hutan menjadi perhatian pemerintah.

Pengendara lainnya, Servasius Doro (20) mengatakan musim kemerau panjang akan berdampak pada banyak hal. Satu diantaranya lahan menjadi sasaran oknum bertanggungjawab.

Ia berharap agar ada aturan dan denda supaya ada efek jera kepada pelaku jika kedapatan membakar hutan dan lahan sembarangan.

Ia mengaku kesal karena warga dengan sengaja membakar lahan.

"Di pinggir jalan itu api banyak. Awas mesti hati-hati," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Renduwawo, Teodorus Aru, kepada POS-KUPANG.COM, mengaku kesal dan prihatin dengan kejadian itu.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas