Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Curhat Sukiyat, Inisiator Mobil Esemka: Tidak Usah Negative Thinking

Bermula dari Sukiyat, nama mobil Esemka melambung, mengerek Joko Widodo yang waktu itu Wali Kota Solo ke panggung politik nasional.

Curhat Sukiyat, Inisiator Mobil Esemka: Tidak Usah Negative Thinking
Tribunsolo.com/Ryantono Puji Santoso
Inovator Kiat Esemka dan Pemilik Kiat Motor Klaten Haji Sukiyat melakukan sesi wawancara dengan Tribunnews.com di Solo, Minggu (8/9/2019). Tribunsolo.com/Ryantono Puji Santoso 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Beberapa jam setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik mobil Esemka, PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) di Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Tribun menemui Haji Sukiyat di Klaten. Sosok ini sulit, dan hampir mustahil dilepaskan dari kisah mobil Esemka.

Bermula dari Sukiyat, nama mobil Esemka melambung, mengerek Joko Widodo yang waktu itu Wali Kota Solo ke panggung politik nasional.

Baca: Langkah Esemka Masuk Pasar Otomotif Nasional Dengan Mobil Pickup Dinilai Tepat

Sembari mengudap kacang tanah yang terserak di meja kerjanya di bengkel Kiat Motor Klaten, Jumat (6/9) malam, Sukiyat buka-bukaan tentang Esemka dengan Setya Krisna Sumargo, Ryantono Puji Santoso, dan Gulang Candra dari Tribun.

Baca: Sukiyat, Sosok di Balik Mobil Esemka: Tak Diundang Resmi saat Peresmian, Ditelepon oleh Jokowi

TRIBUN (T): Bapak hadir di acara peresmian pabrik Esemka di Boyolali, dan pertama yang mendapat jabat tangan Presiden Joko Widodo. Apa tanggapan Bapak terkait perkembangan terbaru Esemka ini?

SUKIYAT (S): Selamat atas diresmikannya kendaraan Esemka. Toh, saya inisiator. Nah, usaha itu kan ada tiga proses tho. Inisiator atau penemu, ada yang beli, lalu ada yang produksi. Tiga ini harus link dan match. Inisiator itu hanya menemukan. Setelah jadi barang, ada yang seneng, ada membeli.

Setelah ada yang beli ada industri. Pada perjalanan itulah harus ada aturan pemerintah, uji emisi, uji kelayakan, sertiikasi dan sebagainya. Proses itu sudah dilalui. Perjalanannya tentu lama karena membuat mobil itu tidak gampang. Kebanyakan di Indonesia, apa-apa harus “udur”. “Udur” itu debat.

Baca: Ingat Esemka, Ingat Sukiyat? Profil Pemilik Bengkel di Klaten, Inisiator Esemka, Bikin Jokowi Beken

Itu sebenarnya bagus, tapi karena berkepanjangan, industri harus laba, harus itung-itung. Membikin kendaraan itu memang ribuan komponen supaya vendor itu jalan. Itu yang mesti dilalui. Nah, mengisi kekosongan itu Sukiat bikin Amdes, Mahesa, untuk membuktikan Sukiat itu tidak main-main. Ini lho, cah ndeso, difabel, bisa lho!

TRIBUN (T): Gagasan awal hingga munculnya Esemka itu sendiri bagaimana ceritanya?
SUKIYAT (S): Esemka itu dulunya kan usaha saya mentransfer ilmu ke anak-anak sekolah. SMK Trucuk itu kan sekolah pertanian. Nyari murid susah. Lalu saya diminta masuk, saya tawarkan tambah jurusan otomotif. Waktu itu juga tidak ada niat membikin mobil.

Paling kita bikin miniatur, mobil-mobilan. Lama-lama miniatur dibuang, bikin mobil betul. Dari Crowne (Toyota), ganti bodi dibangun jadi Land Cruiser. Lalu lama-lama bikin SUV, yang dulu pernah dipakai Pak Jokowi.
TRIBUN (T): Dari SMK Trucuk terus ke Pak Jokowi juga sejarahnya bagaimana?

Baca: Politisi Hanura: Perjalanan Esemka Tidak Mudah, Harusnya Didukung

SUKIYAT (S): Waktu itu saya matur ke Pak Jokowi. Pak Jokowi, nanti saya buatkan mobil? Pak Jokowi tanya, buat apa? Saya bilang, nanti mobil itu bapak kendarai, bapak akan menggantikan Pak SBY. Pak Jokowi menyahut kaget, bilang, tenane?? Itu 2006 lho saya matur Pak Jokowi (Sukiyat menyodorkan majalah Saudagar, terbitan Solo tahun 2006. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas