Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bocah SD di Wates Kulon Progo Racik Oplosan di Sekolah Saat Jam Belajar, Diminum Bareng Temannya

bocah kelas V sekolah dasar di Wates, AR dan DN, meracik minuman memabukkan di tengah jam aktif belajar di belakang sekolah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, KULON PROGO - Setelah aksi kekerasan antar siswa SMK di Kecamatan Temon, beberapa waktu lalu, kasus minuman oplosan memabukkan giliran terjadi di sekolah dasar.

Kasus minuman memabukkan itu terjadi di sebuah SD di Wates.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, bocah kelas V sekolah tersebut, AR dan DN, meracik minuman memabukkan di tengah jam aktif belajar di belakang sekolah.

Oplosan itu dibuat dari minuman bersoda dicampur lotion anti nyamuk.

Baca: Video Viral 'Penampakan Naga di Kalimantan' Ini Buat Heboh, Kejadian Tahun 2010 Tak Kalah Heboh

Hal itu ketahuan ketika seorang siswa kelas IV, ARP, mengeluh mual dan pusing kepada orangtuanya sepulang sekolah.

Bocah tersebut rupanya meminum racikan tersebut setelah ditawari si pembuat tanpa mengetahui kandungan di dalamnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kejadiannya Rabu (18/9/2019) kemarin di jam istirahat kedua. Anak saya sehabis bermain ditawari minuman itu dan langsung diminum. Pulang sekolah langsung mengeluh sakit kepada ibunya," kata ayah ARP, WW kepada wartawan, Selasa (24/9/2019).

Merasa curiga dengan keadaan anaknya, orangtua langsung berusaha menyelidiki penyebabnya.

Keterangan didapat dari teman lainnya, ARP telah meminum hasil racikan AR.

Esoknya, kedua orangtua RP langsung mencari AR dan meminta keterangan darinya.

Setelah didesak, AR mengakui perbuatannya dan mereka bertiga memang meminum ramuan tersebut.

Dari keterangannya, AR diketahui sudah sering mengonsumsi minuman serupa sebelumnya setelah belajar cara meraciknya dari seorang kawan yang duduk di bangku SMP.

Di hari itu juga, ARP dibawa orangtuanya ke rumah sakit karena kondisinya tak kunjung membaik.

Hasil pemeriksaan dokter, ARP dinyatakan mengalami keracunan dan penurunan kadar protein dalam darah (Hemoglobin).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas