Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dua Mahasiswa di Kendari Tewas saat Demo, Begini Sikap Jokowi

Aksi demo menolak RUU KUHP dan sejumlah RUU lainnya di Kendari berakhir ricuh dan menewaskan dua orang mahasiswa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dua Mahasiswa di Kendari Tewas saat Demo, Begini Sikap Jokowi
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Presiden Jokowi mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yakni Randy (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19). 

Awalnya Ia dilarikan ke RS Ismoyo Kendari, namun karena kondisi luka yang cukup serius, ia lalu dirujuk ke RSUD Bahteramas Kendari.

Direktur Utama RSUD Bahteramas Sjarif Subijakto mengatakan, korban mengalami benturan di kepala dan terdapat sekitar lima luka dengan panjang sekitar 4 sampai 5 sentimeter. 

Namun, belum dapat dipastikan benturan yang menyebabkan luka di kepala mahasiswa D3 itu dari benda tajam atau benda tumpul.

“Diagnosanya itu dia banyak terkena benturan laporan dari teman-teman. Posisi lukanya beda-beda, cukup banyak, sekitar lima,” kata Sjarif, Kamis (26/9/2019) malam.

Baca: Usut Meninggalnya 2 Mahasiswa Kendari, Kapolri Bentuk Tim Investigasi Gabungan

4. Respons Jokowi

Atas kejadian tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan duka cita yang mendalam.

Jokowi mengaku telah mendapat laporan atas meninggalnya dua mahasiswa saat unjuk rasa di Kendari.

"Ananda Randi meninggal dunia karena luka tembak saat berlangsungnya demo dan ananda Yusuf meninggal setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit," kata Jokowi dalam wawancara yang disiarkan KompasTV.

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden telah memerintahkan lepada Kapolri untuk tidak melakukan tindakan represif dalam mengamankan aksi unjukrasa.

Sebab menurutnya, kegiatan menyampaikan pendapat telah dijamin dalam konstitusi.

Lebih lanjut, Ia telah memerintahakan kepada institusi Polri untuk melakukan investigasi terkait kematian dua mahasiswa tersebut.

"Saya perintahkan juga agar menginvestigasi seluruh jajarannya karena yang disampaikan Kapolri kepada saya, tidak ada perintah apapun dalam rangka demo ini membawa senjata. Jadi ini akan ada investigasi lebih lanjut," kata dia.

Baca: Legislator Golkar Prihatin Dua Demonstran Meninggal di Kendari

5. Wakapolri Kunjungi Kendari

Menyikapi peristiwa tersebut, Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto akan berangkat ke Kendari pada Jumat (27/9/2019) sore.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal mengatakan, hadirnya petinggi Polri merupakan bentuk keseriusan Polri dalam mengusut kasus ini.

Iqbal juga mengungkapkan bahwa Polri telah membentuk tim investigasi untuk kasus tersebut.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas