Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Beruang Madu Muncul di Ladang Warga, BTNBG Pasang Dua Jebakan

lokasi kemunculan beruang sebenarnya tidak berada di dalam kawasan Taman Nasional Batang Gadis

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Beruang Madu Muncul di Ladang Warga, BTNBG Pasang Dua Jebakan
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Seekor beruang madu sebagai barang bukti (BB) yang diamankan dalam kasus pengungkapan satwa dilindungi diamankan di Mapolres Aceh Barat, Senin (15/4/2019). 

TRIBUNNEWS.COM,  MEDAN - Kemunculan beruang madu bikin resah warga Desa Simpang Duhu Dolok, Kecamatan Ulu Pungkut Resort 4 Alahan Kae, Kabupaten Mandailing Natal.

Selama dua pekan terakhir hewan yang memiliki nama asing Helarctos malayanus muncul  di ladang.

Untuk mengatasi keresahan warga, Balai Taman Nasional Batang Gadis (BTNBG) telah memasang dua kandang jebak.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNBG Madina, Bobby Nopandry mengatakan, warga resah ketika bekerja di kebunnya.

Beruang juga meninggalkan jejak kemunculannya dengan cakaran di batang pohon.

"Warga sebenarnya sudah terbiasa melihat beruang namun kemunculannya selama dua minggu kali ini membuat warga resah," kata Bobby, Jumat (4/10/2019).

"Mereka khawatir dan resah lah di ladang, jadi meminta kita untuk mengevakuasinya," sambungnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Bobby menduga beruang yang muncul kali ini adalah beruang yang sama dengan beberapa bulan lalu sudah dihalau untu kembali masuk ke hutan.

Namun menurutnya masih harus dipastikan dengan pemasangan camera trap.

Pihaknya sudah meminta kepada rekan-rekannya untuk memasang camera trap sehingga dapat diketahui dengan pasti.

"Kalau ada camera trap kan akan kita ketahui, apakah itu beruang dewasa, appakah hanya satu atau dua. Itu gunanya camera trap," sebutnya.

Sembari menunggu pemasangan camera trap, pihaknya saat ini sudah memasang dua kandang jebak di titik-titik yang potensial.

Mengingat, lokasi kemunculan beruang sebenarnya tidak berada di dalam kawasan Taman Nasional Batang Gadis, melainkan di kawasan perladangan warga.

Desa tersebut adalah desa yang paling dekat dengan perbatasan taman nasional, yakni 1 - 1,5 hari jalan kaki.

"Kalau ditanya seberapa besar ukuran beruang itu, kita kan belum nampak langsung. Camera trap juga belum dipasang. Tapi kalau melihat cakarannya di batang pohon, itu sudah beruang dewasa," tuturnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas