Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Di Bekas Kandang Ayam, Bocah Pamekasan Ini Makan, Minum, BAB serta Tidur Tiap Hari

Saat warga menyambangi, ia tertawa girang namun orang-orang hendak pergi, ia meronta-ronta minta dikeluarkan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Di Bekas Kandang Ayam, Bocah Pamekasan Ini Makan, Minum, BAB serta Tidur Tiap Hari
KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMAN
Moh. Efendi (20) dikurung di dalam bekas kandang ayam oleh orang tuanya karena memiliki kelainan sifat sejak lahir. Efendi dikurung karena sering merangkak hingga pernah ditemukan di hutan dan pinggir sungai 

TRIBUNNEWS.COM, PAMEKASAN - Tinggal di bekas kandang ayam berukuran 1x0,5 meter harus dijalani Moh Efendi yang ini berusia 12 tahun.

Bocah asal Pamekasan, Jawa Timur ini sehari-hari tinggal di kandang, tanpa selembar kain menutupi  tubuhnya.

Di dalam kurungan itu, Efendi makan, minum, buang air besar dan kecil, serta tidur.

Moh Efendi adalah anak pasangan Hamzah (40) dan Latifa (36).

Sang ibu bercerita, bahwa anaknya memiliki sifat yang berbeda dibanding bocah seusianya.

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (4/10/2019) siang, Efendi berusaha berdiri dengan berpegang ke bilah-bilah bambu.

Setelah berhasil berdiri, ia mencoba meraih tangan dan baju orang yang datang menyambanginya.

Baca: Menu Sarapan Enak di Surabaya, Coba 7 Bubur Ayam Legendaris Ini

Rekomendasi Untuk Anda

Sentuhan itu kemudian diikuti dengan tawa girang.

Namun, saat orang yang menyambanginya hendak pergi, ia meronta-ronta, seperti minta untuk dikeluarkan dari dalam kurungan.

Latifah, ibu kandung Moh. Efendi menceritakan, sejak masih bayi, Efendi tumbuh seperti bayi pada umumnya.

Namun, ketika usianya menginjak tiga tahun, Efendi tidak kunjung bisa berjalan dan tidak bisa bicara.

"Dia hanya merangkak kemana-mana, bicaranya tidak dimengerti karena tidak ada bahasa yang bisa diucapkan," ujar Latifa, warga Dusun Bringin, Desa Angsana, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Sebagai anak ketiga, Efendi paling banyak mendapat penjagaan dari kedua orang tuanya.

Sebelum dikurung di dalam bekas kandang ayam, Efendi ditempatkan di dalam surau.

Baca: Sate Tegal Kambing Muda Wedus Cilik MT Haryono Jaktim Rasanya Maknyuuusss

Namun, masih bisa keluar dan merangkak ke luar halaman rumah. Ketika lepas dari pengawasan orang tuanya, banyak makanan yang tidak layak dimakan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas