Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Derita Effendi, Bocah 12 Tahun yang Dikurung di Kandang Ayam, Pernah Makan Pakan Sapi

Effendi yang menginjak usia ke-12 selalu meronta-ronta minta dikeluarkan dari kandang ayam saat melihat orang yang melintas tepat di depannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Kisah Derita Effendi, Bocah 12 Tahun yang Dikurung di Kandang Ayam, Pernah Makan Pakan Sapi
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
M Efendi saat dikurung dibekas kandang ayam di Dusun Bringin, Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jumat (4/9/2019) 

TRIBUNNEWS.COM - Effendi yang menginjak usia ke-12 selalu meronta-ronta minta dikeluarkan dari kandang ayam saat melihat orang yang melintas tepat di depannya.

Meski meronta dan minta dikeluarkan, Effendi tidak mengeluarkan sepatah katapun kepada orang yang berada di dekatnya.

Nasib malang dialami oleh Moh Effeni bocah berusia 12 tahun yang harus tinggal di bekas kandang ayam tanpa memakai baju maupun celana.

Orang tua Effendi yaitu Hamzah, rela menaruh anaknya di kandang ayam karena si bocah mengalami gangguan sifat.

Jumat (4/10/2019) terik matahari menyengat di tanah Pamekasan Jawa Timur.

Berikut Fakta dan Kronologi Effendi bocah yang tinggal di kandang ayam :

1. Tinggal di Kandang Ukuran 1x0,5 meter

Rekomendasi Untuk Anda

Bekas kandang ayam berukuran 1x0,5 meter milik Hamzah (40) sudah tidak diisi ternak lagi, melainkan sudah berubah fungsi menjadi tempat mengurung anaknya, Moh. Efendi (12).

Efendi dikurung lantaran memiliki kelainan sifat dibandingkan dengan bocah seusianya.

Di bekas kandang ayam yang terbuat dari bambu itu dan kayu papan, Efendi menghabiskan waktu sehari-harinya.

2. Tak Pernah Pakai Baju

Tanpa selembar kain menutupi sekujur tubuhnya. Di dalam kurungan itu, Efendi makan, minum, buang air besar dan kecil, serta tidur.

Saat Kompas.com datang menyambanginya, Jumat (4/10/2019) siang, Efendi berusaha berdiri dengan berpegang ke bilah-bilah bambu.

Setelah berhasil berdiri, ia mencoba meraih tangan dan baju orang yang datang menyambanginya.

Sentuhan itu kemudian diikuti dengan tawa girang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas