Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Profil Putra Aji Adhari, Hacker Cilik Anak Jakarta Selatan

Meski masih terhitung bocah, Putra Aji Adhari berhasil menembus beberapa situs bank dalam negeri hingga situs NASA.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sanusi
zoom-in Profil Putra Aji Adhari, Hacker Cilik Anak Jakarta Selatan
KONTAN
ILUSTRASI. Putra Aji Adhari, White Hat Hacker cilik 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Putra Aji Adhari, White Hat Hacker cilik asal Kreo, Jakarta Selatan. Meski masih terhitung bocah, dia berhasil menembus beberapa situs bank dalam negeri hingga situs NASA.

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata "hacker"? Penjahat, pembobol situs website atau pencuri data.

Jangan selalu berpikiran buruk terhadap profesi tersebut. Ada, lo, hacker yang baik. Mereka sengaja mencari cara menembus website atau gudang data perusahaan untuk mencari kelemahannya.

Bila berhasil menemukan celah dan masuk ke dalam situs, mereka akan melaporkannya kepada perusahaan.

Tujuannya, agar perusahaan menutup celah tersebut. Hacker seperti itu disebut White Hat Hunter.

Putra Aji Adhari, bocah laki-laki berusia 15 tahun, salah satu white hat hacker tenar asal Jakarta. Sekitar bulan Mei 2019 lalu, nama Putra mulai viral pasca berhasil meretas situs NASA.

Laki-laki yang suka makan telor ini mengatakan sejak saat itu dia makin diburu masyarakat. Bukannya mereka mengajak Putra untuk berselfie tapi untuk proyek uji penetrasi situs.

Rekomendasi Untuk Anda

Beberapa pelanggannya adalah bank plat merah dan swasta. Selain itu, dia juga sempat mendapatkan proyek dari salah satu media online dan lainnya.

Putra mematok tarif proyek bervariasi sesuai dengan tingkat kesulitan dan waktu pengerjaan. "Saya pernah mendapatkan kontrak proyek satu bulan seharga Rp 25 juta," katanya.

Anak bungsu dari empat bersudara ini menggunakan pendapatannya untuk up grade perangkat kerja. Selain itu, dia juga membelanjakan pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Asal tahu saja, Putra mulai belajar meretas situs sejak berusia 12 tahun. Dia mempelajari teknik membobol situs secara otodidak.

"Saya banyak cari tahu dari Google kemudian bergabung dengan komunitas," jelasnya. Para anggota komunitas memberi banyak wawasan dan ilmu untuk meningkatkan kemampuannya.

Berbekal rasa penasaran dan keuletannya, dalam hitungan bulan Putra sudah berhasi meretas satu website. "Saat itu saya meretas situs perusahaan luar negeri," katanya.

Belum puas dengan pencapaiannya, dia kian getol meningkatkan ketrampilannya. Sampai suatu hari, dia berhasil membobol situs website salah satu bank swasta di Indonesia.

Dian Suprianto, kakak Putra bercerita adiknya mulai tertarik untuk belajar meretas situs setelah akrab dengan game online.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas