Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pasutri Ini Tinggal di Gubuk, Berdiding Seng Mirip Kandang Ayam

Sehari-hari, saya ke hutan mencari ubi dan sayur pakir untuk dijual dan dimakan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pasutri Ini Tinggal di Gubuk, Berdiding Seng Mirip Kandang Ayam
KOMPAS.COM/HENDRA CIPTA
Lena bersama anaknya di gubuk berdinding seng bekas mirip kandang ayam di Jalan Tani, Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat 

TRIBUNNEWS.COM, KUBU RAYA - Sepasang suami istri harus berjuang menghidupi keempat anaknya di sebuah gubuk berdinding seng bekas mirip kandang ayam.

Mereka tinggal di Jalan Tani, Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Keluarga ini merupakan warga asli Siantan Hulu, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Mereka  pindah ke gubuk itu setelah rumah lama mereka dijual bapak mertuanya 2 bulan lalu.

Lena, sang ibu, enggan menceritakan prihal itu lebih jauh tentang masalah itu namun mereka memilih tinggal di gubuk itu lantaran keterbatasan ekonomi.

"Suami kerja serabutan. Anak 4 orang. Jadi saya bersama suami buat rumah di sini," kata Lena, Jumat (11/10/2019).

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG di 33 Kota Besok, Jumat 11 Oktober: Pontianak Waspada Hujan Petir Siang Hari

Lena melanjutkan, pembangunan rumah itu pun dengan memanfaatkan bantuan warga-warga lain dengan menumpangkan tanah serta memberikan seng bekas kandang ayam.

Rekomendasi Untuk Anda

"Untuk kayu-kayunya, saya sama suami mencari pohon di hutan," tuturnya.

Lena menceritakan, keempat anaknya masing-masing berusia 15 tahun, 14 tahun, 5 tahun dan 1 tahun.

Anak tertuanya sudah putus sekolah sejak 2 tahun lalu lantaran tidak ada biaya.

Sedangkan, anak keduanya masih sekolah menengah pertama kelas VII juga terancam putus, karena masalah serupa.

Baca: Janda di Sukoharjo Jateng Pakai Sabu-sabu karena Stres Usai Perceraian, Tiap Hari Kerja Serabutan

"Sehari-hari, saya ke hutan mencari ubi dan sayur pakir untuk dijual dan dimakan," terangnya.

Lena berucap, yang paling mengkhawatirkan adalah saat musim hujan seperti sekarang ini.

Anak-anak harus mencari posisi duduk dan tidur agar tidak terkena hujan.

Situasi itu diperparah dengan kondisi anak pertamanya yang sering demam karena pernah terjatuh.

Baca: BREAKING NEWS - Angin Puting Beliung Terjang Rumah Warga di Kubu Raya, Atap Rumah Beterbangan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas