Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Santri di Kabupaten Blitar Tewas Kesetrum

Belum sempat ditangani tim medis, nyawa korban yang baru setahun nyantri di pesantren yang punya banyak santri itu melayang

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Santri di Kabupaten Blitar Tewas Kesetrum
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Surya Imam Taufiq

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Am (13), santri sebuah pesantren di Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar tewas kesetrum.

Entah bagaimana kejadian pastinya, remaja asal Desa/Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar  bocah ini tewas tersengat listrik di dapur pesantren, Selasa (5/11/2019) malam.

Korban tewas dalam perjalanan ke Puskemas Garum karena kondisinya cukup parah.

Kedua tangannya mengalami luka bakar sehingga belum sempat ditangani tim medis, nyawa korban yang baru setahun nyantri di pesantren yang punya banyak santri itu, tak tertolong.

"Korban tersengat listrik itu karena diduga tangannya terlebih dulu menyentuh lubang listrik. Itu karena kondisinya gelap saat akan menancapkan aliran listrik," kata AKP Shodiq Efendi, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota.

Menurutnya, kejadian itu bermula dari korban dan para santri lainnya sedang membersihkan lingkungan pesantren.

Rekomendasi Untuk Anda

Karena kondisinya gelap, sehingga kerja bakti itu membutuhkan lampu penerangan.

Entah siapa yang menyuruh, korban punya inistiatif untuk menyambungkan kabel yang ada di dapur umum pesantren.

Tidak berselang lama, terdengar teriakan dari korban, Ya Allah Ya Allah.

"Akhirnya, teman-temannya berdatangan karena mendengar teriakan Ya Allah Ya Allah. Ternyata, korban sudah terjatuh ke tanah, dengan kondisi tangannya sudah gosong," ungkapnya.

Sesaat itu juga situasi di pesantren itu berubah jadi panik.

Begitu listrik di pesantren itu padam, para santri baru berani menolongnya dan korban dilarikan ke puskesmas.

"Kami berduka dan sangat kehilangan. Anak itu pintar, termasuk ngajinya cepat bisa," kata KH Saiful Bahri, pengasuh pesantren tersebut.

Menurutnya, kejadian itu tak ada yang tahu pasti, termasuk dirinya karena saat itu habis mengajar para santri, mengaji.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas