Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wajah Baru Andung Biru Berkat Sentuhan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro dari PLN Peduli

Dulu, desa 5 jam perjalanan dari Surabaya itu, belum terjangkau listrik. Namun, kini Andungbiru jadi satu desa yang mampu menghasilkan listrik sendiri

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Wajah Baru Andung Biru Berkat Sentuhan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro dari PLN Peduli
HandOut/Istimewa
Pengelola PLTMH Desa Andung Biru, Muhammad Rasyid bersama seorang influencer media sosial yang berkunjung ke Desa Andung Biru di kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur belum lama ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Desa Andung Biru di kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, punya sejumlah cerita menarik soal bagaimana listrik mampu mengubah kehidupan warganya.

Dulu, desa yang berwaktu tempuh sekitar 5 jam perjalanan dari kota Surabaya itu, belum terjangkau listrik.

Namun, sekarang Andungbiru menjadi satu desa yang mampu menghasilkan listrik sendiri.

Berkat program PLN Peduli melalui binaan CSR PT PJB UP Paiton, desa itu kini bisa memanfaatkan aliran sungai yang diubah menjadi energi gerak lewat Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH).

PJB UP Paiton Bangun Pembangkit Listrik Kapasitas 40 KW untuk 3 Desa di Probolinggo.

Pengelola PLTMH Desa Andung Biru, Muhammad Rasyid menjelaskan, kini sudah ada 3 unit PLTMH yang berada di desa ini yang mampu menghasilkan listrik sebesar 1.200 Kilo volt.

Pengelola PLTMH Desa Andung Biru, Muhammad Rasyid
Pengelola PLTMH Desa Andung Biru, Muhammad Rasyid bersama seorang influencer media sosial yang berkunjung ke Desa Andung Biru di kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur belum lama ini.

Bahkan PLTMH ini mampu menyalurkan listrik untuk 4 Desa sekaligus.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal yang unik, karena mayoritas warga desa adalah buruh tani, pengelola memberi ketentuan, bahwa tagihan dari listrik tersebut pun bisa dibayar secara bulanan ataupun tahunan.

"Dan cara pembayarannya pun tidak hanya menggunakan uang saja, melainkan bisa ditukar oleh hasil bumi atau ternak," kata Rasyid.

Dia menuturkan, kehadiran listrik melalui PLTMH sangat berdampak terhadap perekonomian warga Desa Andung Biru.

Dari yang dulunya hanya bertani, kini beberapa warga sudah ada yang mulai buka usaha seperti mebel, dan yang paling utama, pengairan sawah jadi semakin teratur.

"PLN Peduli melalu binaan PT PJB UP Paiton  mengerti apa yang dibutuhkan warga terutama yg ada dipelosok. Hanya dengan memanfaatkan air yang mengalir di sungai ini saja sudah bisa menerangi dan menghidupi Desa Andung Biru ini," kata dia..

Selain untuk menyalakan lampu, listrik di desa Andung Biru juga sudah digunakan untuk mengoperasikan alat pengolahan kopi dan juga mebel.

Unit pengolahan kopi di desa tersebut bernama Unit Pengolahan Kopi Tirta Pijar.

Kebun kopi di sini adalah kebun kopi organik, dimana komposnya berasal dari kotoran hewan (kambing dan sapi).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas