Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Rekaman CCTV Detik-detik Ledakan Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

Kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di kompleks Mapolrestabes Medan merekam detik-detik ledakan bom bunuh diri,

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di kompleks Mapolrestabes Medan merekam detik-detik ledakan bom bunuh diri, Rabu (13/11/2019).

Dalam rekaman CCTV tersebut terlihat letusan terlihat sangat besar.

Asap putih langsung membubung tinggi.

Kepanikan spontan terjadi, lima orang polisi terluka.

Jones Adiko Brutu warga Kecamatan Helvetia menjadi saksi mata dalam ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).

"Saya saat kejadian sedang mengurus SKCK online untuk mendaftar CPNS," katanya saat dijumpai wartawan www.tribun-medan.com.

"Saat itu saya melihat sekilas pelaku yang terlihat hanya berdiri dan mondar mandir. Saya hanya nampak badan bagian belakangnya," terang Jones Adiko Brutu.

Baca: Bom Bunuh Diri Meledak di Mapolrestabes Medan, Perwira Polisi Jadi Korban hingga Tanggapan Gojek

Baca: Terduga Bom Bunuh Diri Terungkap, Masih Mahasiswa bawa Jaket Ojol dan Tas Ransel Terekam CCTV

Baca: Komentar Menkum HAM Yasonna Laoly & Ketua DPR Puan Maharani soal Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Rekomendasi Untuk Anda

Jones Adiko Brutu mengatakan sebelum kejadian ada dua orang yang berdiri dengan gelagat mencurigakan dan ciri-cirinya pria dengan tinggi badan 160 cm dan kulit sawo matang.

"Awalnya saya tidak mengetahui kalau bakal terjadi bom," katanya.

Warga Helvetia ini juga menyatakan pas ledakan terjadi suaranya sangat besar dan mengakibatkan telinganya berdengung.

"Besar kali suara ledakannya bang. Posisi saya dari lokasi kejadian sekitar 20 meter. Tapi bisa membuat telinga saya berdenging," ujarnya seraya menyatakan pas ledakan baru ia menyadari bahwa orang yang ia lihat merupakan pelakunya.

Semua warga yang mengurus SKCK disuruh keluar dan menyelamatkan diri.

Petugas menyatakan pengurusan SKCK ditunda.

"Saya juga melihat semua orang yang berpakaian ojol ditangkap. Kemungkinan takut kalau itu temannya," akunya.

Ia mengaku cuma melihat satu orang pelaku bom bunuh diri dan tubuhnya hancur.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas