Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Begini Detik-Detik Petani Kopi di Lahat Diterkam Harimau

Keterangan saksi mengungkap bahwa binatang buas tersebut berwarna putih dan bercorak kuning hitam pada sebagian bahunya

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Begini Detik-Detik Petani Kopi di Lahat Diterkam Harimau
Istimewa
Warga mengevakuasi Kuswanto (48 tahun), Warga Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, tewas diserang harimau, Minggu (17/11/2019) 

Keduanya seketika terkejut saat seekor harimau mendekat dan seketika menyerang

Hasil informasi yang didapat dari saksi, sesaat sebelum hewan buas berwarna putih dan bercorak kuning hitam pada sebagian bahunya tersebut menerkam.

Kedua korban melihatnya dari jarak sekitar empat meter.

Melihat bahaya mengancam, keduanya lantas berupaya menyelamatkan diri dengan cara mengalihkan perhatian satwa yang dilindungi tersebut dengam cara berputar menuju arah lain.

Penyelamatan diri sempat berhasil dilakukan keduanya selama 10 menit namun, harimau tanpanya enggan terkecoh.

Lantaran terus mendekat dan harimau sempat naik ke tas korban yang diletakkan di atas pohon tak jauh dari lokasi potongan kayu.

Korban Kuswanto, kembali berusaha mengusir harimau dengan kayu.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun nahas, saat korban Kuswanto akan turun atau menjauh dari harimau, ia di terkam dengan dicakar dibagian atas pinggang kiri dan kanan serta digigit pada bagian leher.

Melihat rekanya diserang, Dedi terus mencari pertolongan warga untuk mengevakuasi korban dan mengusir harimau tersebut.

Wargapun mendapti Kuswanto, sudah tak bernyawa lagi.

Wargapun membawa korban ke kediamannya di Desa Pulau Panas.

"Ya korban sedang menebang pohon. Tak disangka Harimau datang dan menyerang, "ungkap Kepala Desa Pulau Panas, Sumadi, Minggu (17/11).

Dikatakan Sumadi, warganya baru pertama kali melihat hewan buas tersebut.

Atas kejadian itu, warga mulai khawatir untuk kembali beraktifitas ke kebun lantaran ditakutkan harimau masih berkeliaran.

Ia juga mengimbau agar warga tidak beraktifitas di kebun dahulu.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas