Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gunung Merapi Erupsi, Ahli Vulkanologi: Sejak 2010 Merapi Sudah Berubah Karakter

Erupsi Gunung Merapi Minggu (17/11/2019), Mbah Rono bersyukur merapi meletus dan mengeluarkan energinya. Katanya, karakter Merapi sudah berubah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Gunung Merapi Erupsi, Ahli Vulkanologi: Sejak 2010 Merapi Sudah Berubah Karakter
Twitter/@BPPTKG
Gunung Merapi kembali meletus pada Minggu (17/11/2019) siang pukul 10.46 WIB dengan tinggi kolom 1000 meter. 

Stress-strain adalah hubungan antara tegangan dan regangan yang ditampilkan material tertentu dikenal sebagai kurva tegangan-regangan material tersebut.

Untuk setiap bahan dan ditemukan dengan mencatat jumlah deformasi pada interval yang berbeda dari berbagai pemuatan. Kurva ini mengungkapkan banyak sifat material

Peningkatkan stress - strain mengakibatkan terjadinya akumulasi gas yang memicu terjadinya erupsi.

Namun, perlu ada kajian empiris untuk membuktikan kaitan ini.

Baca :  Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Selama 112 Detik

Pendapat Surono

Ahli Vulkanologi, Surono atau Mbah Rono usai diskusi bertema 'Mitigasi bencana masih menjadi PR' di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (3/1/2019).
Ahli Vulkanologi, Surono atau Mbah Rono usai diskusi bertema 'Mitigasi bencana masih menjadi PR' di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (3/1/2019). (Fransiskus Adhiyuda)

Menurut Ahli Vulkanologi Surono, letusan Gunung Merapi disebabkan kantong magma yang mendekat ke permukaan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Aktivitasnya baru mulai terlihat tanggal 15, antara pukul 06.00 dan 24.00. Tiba-tiba ada lonjakan kegempaan di Merapi. Pertama tercatat 19 kali gempa, kemudian melonjak hingga 29 kali,” tuturnya.

Masih dilansir dari Kompas.com, kejadian ini disyukuri Mbah Rono, karena energi besar dari Gunung Merapi dilepaskan dan tidak dipendam.

Mbah Rono mengataka, letusan Minggu (17/11/2019), tidak sebesar letusan yang terjadi 2010.

“Letusannya sebanding dengan tahun 2017, tetapi tidak akan sebesar letusan tahun 2010. Sistemnya masih terbuka akibat letusan 2010 sehingga agak sulit bagi Merapi untuk menyimpan energi,” katanya.

Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) Komisi Teknis (Komtek) Lingkungan dan Kebencanaan tersebut juga mengimbau masyarakat agar tidak panik.

Baca : Hari Ini dalam Sejarah, Mbah Maridjan Jadi Korban Letusan Gunung Merapi

Gunung Merapi meletus untuk melepaskan energi agar tidak terjadi penumpukan dan agar erupsi besar seperti pada 2010 tidak terulang.

Ada atau tidaknya erupsi susulan di Gunung Merapi, menurut Mbah Rono, bergantung pada aktivitas magma di dalamnya.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas