Terungkap Motif Tersangka Teror Penyiraman Sperma pada Wanita, Pelaku Juga Dijatuhi Pasal Ganda
Pelaku teror penyiraman sperma di Tasikmalaya Kota diketahui bernama Sidiq Nugraha (25). Dirinya mengaku sering menonton video-video porno.
Penulis: Nidaul 'Urwatul Wutsqa
Editor: Pravitri Retno W
TRIBUNNEWS.COM - Pelaku teror penyiraman sperma kepada wanita di Tasikmalaya, kini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Tasikmalaya, Jawa Barat.
Pelaku diketahui bernama Sidiq Nugraha (25).
Anggota Polres Reskrim Tasikmalaya Kota menangkap tersangka pelaku teror pelecehan dan pelemparan sperma yang meresahkan warga.
Mengutip dari Kompas.com, Polres Tasikmalaya berhasil menangkap Sidiq pada Senin (18/11/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.
Polisi menangkap pelaku yang tengah bersembunyi di rumah kerabatnya di Kampung Cienteng, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideng, Tasikmalaya.
Sidiq kemudian dibawa ke Polres Tasikmalaya untuk diperiksa.
Akibat perbuatannya, Sidiq dikenakan Pasal 281 KUHP berupa Tindak Pidana Melanggar Keasusilaan di depan orang lain dengan hukuman penjara maksimal 2 tahun.
"Jadi setelah melakukan kejadian itu, yang bersangkutan (tersangka) bercerita kepada saudaranya."
"Karena di medsos juga telah tersebar gambar atas nama yang bersangkutan, maka dia kabur dari rumahnya," terang AKBP Anom Karibianto, Kapolres Tasikmalaya Kota dalam YouTube KompasTV, Selasa (19/11/2019).
Pihak polisi juga akan meminta keterangan dari pihak psikiater, yang berhubungan dengan tindakan keasusilaan ini.
Selain itu, polisi untuk sementara ini sudah mengantongi dugaan motif dari pelaku.
Tak lain adalah demi kepuasan hasratnya.
Sidiq mengaku sering melihat video-video porno.
Demi kepuasan, ia melakukan aksinya ketika bertemu dengan wanita yang dianggapnya menarik.
"Tersangka melakukan itu cenderung untuk kepuasan sendiri."
"Dilakukan spontan ketika dia bertemu dengan yang dia anggap menarik," tutur AKBP Anom, mengutip dari TribunJabar.
"Demi kepuasan jadi dia mengajak bicara para korbannya."
"Ada pada saat berbicara dia memasukan tangannya ke alat vital dan melakukan masturbasi di situ."
"Spermanya ada yang dilemparkan ada juga yang dicolekkan ke tangan dan pipi korban," tuturnya.
Hasil penyelidikan menyatakan kini hukuman akan bertambah dengan dijerat pasal lain.
"Karenanya kami adakan penahanan, karena hasil lidik dan penyidikan tersangka dikenai pasal 36 UU No 44 tahun Tahun 2008, tentang pornografi."
"Ancaman hukuman maksimal 10 tahun," kata Anom.
Kejadian ini bermula pada korban seorang wanita yang sedang menunggu ojek daring pada Rabu (13/11/2019).
Kemudian, korban dihampiri pelaku dan diajak ngobrol.
Ia menghampiri korban menggunakan kendaraan matic bernomor polisi Z 5013 LB.
"Makin lama dia ngeliatin terus. Saya ada kesempatan untuk moto, ambil foto dia."
"Dia tahu saya ngambil foto. 'Bu, foto saya' katanya dia gitu."
"Saya diem aja sambil ketakutan," ungkap korban berinisial LR.
Korban menerangkan, sebelum kejadian sempat menelpon suami, tetapi suaminya berada di luar kota.
"Nggak lama saya telepon suami. Suami lagi di luar kota kan, pura-pura nelpon."
"'Pi, cepet jemput Pi..., mungkin dia ketakutan. Pas saya lagi telepon, dia pergi sambil lempar sperma."
"Untung saya cepet berdiri. Berdiri loncat gitu kan ke sebelah kanan, jadi nggak kena," kisahnya.
Suami korban yang akhirnya mengetahui hal ini, langsung meminta bantuan warganet memposting foto terduga pelaku di media sosial.
Akhirnya foto tersebut viral di media sosial khusunya Facebook.
Tenyata banyak pesan dari korban yang mengalami hal yang sama.
Kemudian, suami korban melaporkan ke polisi Tasikmalaya Kota.
Kasus ini ditangani polisi setelah ramai informasi kasus teror sperma serta telah adanya laporan korban ke kepolisian pada Jumat (15/11/2019) lalu.
Hingga kini diketahui korban dari perbuatan tersangka ada 4 (empat) orang. (*)
(Tribunnews.com/Nidaul 'Urwatul Wutsqa, Kompas.com, TribunJabar/Isep Heri)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.