Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kasus Mayat dalam Seprei: Kronologi Penemuan Hingga Sang Pacar Diduga Pembunuhnya

Belakangan diketahui wanita itu bernama Jumince Sabneno (32), warga asal Desa Oelbanu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kasus Mayat dalam Seprei: Kronologi Penemuan Hingga Sang Pacar Diduga Pembunuhnya
www.grid.id
Ilustrasi jenazah 

TRIBUNNEWS.COM - Jenazah wanita dengan kondisi dibungkus seprai di tepi sungai Jeneberang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar tewas karena dibunuh.

Pelaku pembunuhan ternyata pacar korban.

Berikut rangkuman penemuan mayat dibungkus seprai di Makassar.

1. Penemuan Mayat

Suasana penemuan mayat wanita dalam bungkusan seprai di tepi Sungai Jeneberang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (18/11/2019) pagi.

Mayat wanita itu ditemukan warga terbungkus seprai yang diikat, pada Senin kemarin.

Kapolsek Tamalate Kompol Arif Amiruddin mengatakan bahwa mayat pertama kali ditemukan seorang pedagang Usman Dg Ngeppe dan salah seorang nelayan setempat.

Rekomendasi Untuk Anda

Keduanya terkejut melihat ada sesosok mayat berada di dekat kapal nelayan.

"Sekitar jam sembilan ditemukan. Identitasnya belum diketahui, Saat ditemukan dia seperti tertelungkup terbungkus seprai," kata Amir saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin siang.

Amir mengatakan bahwa lokasi penemuan mayat tidak jauh dari bibir pantai Barombong.

Belakangan diketahui wanita itu bernama Jumince Sabneno (32), warga asal Desa Oelbanu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Identitas korban terkuak usai paman Jumince, Nimuel datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, setelah mendapatkan informasi tentang adanya penemuan jenazah keponakannya itu di media sosial.

2. Mengambang 8 Jam

Kematian Jumince Sabneno (32) yang ditemukan dalam keadaan telungkup dengan terbungkus seprai di tepi Sungai Jeneberang, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (18/11/2019), dinilai tak wajar.

Salah satu dokter forensik yang memeriksa jasad Jumince, dr Deny Mathius mengatakan, sebelum ditemukan di tepi sungai, Jumince diduga meninggal belum cukup sehari dengan kisaran mengambang di air selama 8 jam.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas