Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bupati Karanganyar Tanggapi Polemik Mobil Dinas Baru: Saya Akan Tunjukkan Kinerja Lebih Hebat

Juliyatmono mengungkapkan akan menunjukkan kinerja yang lebih hebat ke depannya, tanggapi polemik pengadaan mobil dinas yang dirasa mewah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti
Editor: Sri Juliati
zoom-in Bupati Karanganyar Tanggapi Polemik Mobil Dinas Baru: Saya Akan Tunjukkan Kinerja Lebih Hebat
Kolase Tribunnewswiki/oto.com
Bupati Karanganyar dapat mobil dinas Jeep Rubicorn, harganya mencapai Rp 2 M 

"Kendaraan lapangan, kendaraan laki banget gitu," jelasnya.

Mobil Wrangler Rubicon
Mobil Wrangler Rubicon (oto.com)

Bupati Karanganyar Juliyatmono menegaskan, ia akan menggunakan Jeep Rubicon yang akan datang akhir bulan Desember 2019 sebagai kendaraan dinas.

Saat ini, mobil dinas Bupati Karanganyar adalah Toyota Fortuner warna putih.

Mobil bertipe Sport Utility Vehicle atau SUV ini dilengkapi dengan dapur pacu berkapasitas 2500 sampai 2700 cc.

Dibeli tahun 2015 dengan harga Rp 500 juta, Pemkab Karanganyar bakal mengakhiri debut mobil segala medan ini sebagai tunggangan resmi bupati dalam waktu dekat.

Selain Toyota Fortuner, bupati juga masih memiliki satu lagi mobil dinas merek Toyota Camry peninggalan bupati periode sebelumnya.

Sebelumnya, Peneliti Pukat UGM Zaenur Rohman menilai alasan Pemerintah Kabupaten Karanganyar memilih mobil dinas bupati dengan Jeep Wrangler tipe Rubicon tidak tepat.

Rekomendasi Untuk Anda

Zaenur menyebut Pemkab Karanganyar tidak peka terhadap tingkat kemiskinan masyarakat Karanganyar.

"Mengapa tidak patuh dan tidak peka? karena kategori mobil yang dibeli tersebut berkategori mewah," ujar Zaenur, dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (5/12/2019).

Ia mengungkapkan, saat ini tingkat kemiskinan Kabupaten Karanganyar mencapai 10 persen lebih.

"Sedangkan kita tahu karanganyar sendiri masih ada tingkat kemiskinan yang cukup tinggi, lebih dari 10 persen," ungkapnya.

Sehingga peneliti dari UGM ini menyarankan Pemkab Karanganyar untuk meningkatkan kualitas jalannya.

"Seharusnya jika memang medan di Karanganyar banyak yang berat, seharusnya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Karanganyar," katanya.

"Agar bisa dilalui dengan mudah oleh mobil biasa, " jelas Zaenur Rohman.

Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, Zaenur Rochman.
Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, Zaenur Rochman. (Tribun Jogja/ Khaerur Reza)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menanggapi polemik mobil dinas baru Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas