Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Seputar Kasus Pembunuhan TKI di Malaysia, Terduga Pelaku Disebut WNI Asal NTB

Laki-laki itu merupakan warga Kampung Melayu Soro, Kecamatan Boro, Lombok, Nusa Tenggara Barat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Seputar Kasus Pembunuhan TKI di Malaysia, Terduga Pelaku Disebut WNI Asal NTB
Tribunjatim.com/Luhur Pambudi
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera. TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Tersangka pembunuh Ilyas Setiawan (27), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Trenggalek, Jawa Timur kabarnya telah ditangkap Polis Diraja malaysia.

Diketahui, Ilyas Setiawan ditemukan tewas dalam kebun kelapa sawit di Serawak, Malaysia.

Baca: Duduk Perkara Anggota TNI Bacok Polisi di Pamekasan, Korban Diduga Ganggu Istri Pelaku

Pembunuh Ilyas mengaku juga berkewarganegaraan Indonesia.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, berdasarkan informasi dari Polis Diraja Malaysia, pembunuh TKI di kebun sawit itu bernama Halidi (42).

Laki-laki itu merupakan warga Kampung Melayu Soro, Kecamatan Boro, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Semua identitas masih menurut keterangan pelaku, karena yang bersangkutan belum bisa menunjukkan paspor," kata Kombes Frans Barung Mangera, Rabu (11/12/2019).  

Rekomendasi Untuk Anda

Tentang motif sebenarnya, kata Barung, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching belum bisa mendalami langsung dari Halidi.

Polisi Malaysia masih memeriksa pembunuh TKI itu.

Jenazah Ilyas yang merupakan Warga Dusun Karajan, Desa Parakan, Kabupaten Trenggalek itu ditemukan pada Kamis (5/12/2019).

Saat ditemukan, korban terbaring di atas tanah dengan kepala berlumuran darah dan sudah meninggal dunia.

Hasil otopsi menyebut, korban mengalami luka retak pada tengkorak belakang kepala sepanjang 9 sentimeter.

Baca: Rumah Warga di Sleman Diteror Bom Molotov

Usai mendapatkan kabar tersebut, pihak Disperinaker Trenggalek langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak, untuk proses pemulangan jenazah hingga ke rumah duka.  

Selain mengunjungi langsung ke rumah duka, Disperinaker Trenggalek juga telah berkoordinasi dengan UPT Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Surabaya, untuk bantuan pemulangan jenazah dari Malaysia hingga ke rumah duka. (Kontributor Surabaya, Achmad Faizal)

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas