Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ribuan Ikan Mabuk di Aliran Sungai Bengawan Solo, DLH Gresik Minta Warga Tak Mengonsumsi Airnya

Pantauan di lapangan, warga menggunakan alat seadanya menangkap ikan di sepanjang desa pinggiran Bengawan Solo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ribuan Ikan Mabuk di Aliran Sungai Bengawan Solo, DLH Gresik Minta Warga Tak Mengonsumsi Airnya
Willy Abraham/Tribun Jatim
Warga ramai-ramai menangkap ikan mabuk di pinggiran Bengawan Solo yang melintasi wilayah Kabupaten Gresik, Jumat (20/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Ikan di sungai Bengawan Solo yang melintasi wilayah Gresik mendadak 'mabuk'.

Fenomena ini membuat warga menangkap ikan yang mengapung tersebut.

Pantauan di lapangan, warga menggunakan alat seadanya menangkap ikan di sepanjang desa pinggiran Bengawan Solo.

Sebab ini hanya berlangsung beberapa jam dan arus air cukup deras.

"Komboan ini mas, ikannya mabuk jadi mengapung begitu," ujar Syafiq (35) warga Dusun Langkir, Desa Dukuhkembar, Dukun, Jumat (20/12/2019).

Baca: Pria Paruh Baya Diamankan di Perbatasan Gresik Saat Jalan Kaki untuk Edarkan Sabu

Baca: Kisah Pilu Bertubi Gadis Gresik, Keperawanan Direnggut, Video Hubungan Intim Disebar Sang Mantan

Baca: Air Sungai Bengawan Solo di Lamongan Berwarna Hitam, Diduga Tercemar Limbah Batik

Beberapa warga mencari ikan dengan memakai alat seperti jaring dan jala.

Desa di Kecamatan Dukun yang dilalui aliran Sungai Bengawan Solo yakni Desa Tiremenggal, Dukuhkembar, Madumulyorejo, Jrebeng, Baron dan Padang Bandun.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini ada ikan Beong, Mujaer, Montoh, Arengan dan Keting," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jrebeng, Suja'i mengaku banyaknya ikan mabuk dan mengapung ini berlangsung sekitar dua jam.

"Mulai jam 08.00 Wib tadi, sekarang airnya sudah normal cuman arusnya deras," kata dia.

Lanjut Suja'i, air Sungai Bengawan Solo saat komboan berwarna merah kecoklatan.

Kini, air sudah normal kembali.

"Mungkin komboannya sudah pindah ke timur. Arah Sembayat," kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), M Najikh mengatakan fenomena komboan itu tidak berkaitan dengan limbah.

"Bukan limbah. Itu kewenangnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo," ucapnya saat dikonfirmasi.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas