Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Heboh Serangan Hewan Buas di Sumatera Selatan, Ini Tanggapan BKSDA Jawa Tengah

Heboh Serangan Hewan Buas di Sumatera Selatan, Ini Tanggapan Badan Konservasi Sumberdaya Alam Jawa Tengah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Heboh Serangan Hewan Buas di Sumatera Selatan, Ini Tanggapan BKSDA Jawa Tengah
Kolas Tribunnews (Tribunnews.com/FX Ismanto dan Ehdi Amin/Sriwijaya Post)
(Kiri) ilustrasi serangan harimau dan (Kanan) korban keganasan harimau 

TRIBUNNEWS.COM - Keganasan harimau kembali memakan korban.

Setelah menelan tiga nyawa, Minggu (22/12/2019) hewan dilindungi ini kembali menyerang warga.

Kali ini korbanya Suwadi (57) warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Lahat.

Suwadi diduga tewas diterkam harimau saat sedang berada di kebun kopi miliknya.

Menurut Jefri, perangkat desa yang turut mengevakuasi Suwadi, mengatakan saat ditemukan tubuh Suwadi sudah tak utuh.

Bahkan, kerangka dada korban tidak diketemukan.

"Dugaanya dan menurut warga korban dimakan harimau. Korban di kebun sendiri jadi tidak ada warga lain yang melihat"

Rekomendasi Untuk Anda

"Selain berkebun kopi korban sedang menunggu buah duren (durian), "terang Jefri.

Jenazah Suwadi saat dievakuasi setelah tewas diterkam harimau sumatera di kebun kopi
Jenazah Suwadi saat dievakuasi setelah tewas diterkam harimau sumatera di kebun kopi (Ehdi Amin/Sriwijaya Post)

Baca: Gadis Penjual Cilok di Bandara Adi Soemarmo yang Viral, Kini Buka Peluang Endors untuk Tambah Rezeki

Menurutnya, yang pertama kali menemukan korban yakni Polta (16) anak ketiga korban.

Polta, saat itu akan mengantarkan beras kepada korban.

Namun, setibanya dipondok korban tidak ada.

Anak korban beberapa kali memanggil sembari mencari kebaradaam ayahnnya. Saat ditemukan, ayahnya sudah meninggal.

Kepergian Suhadi menambah panjang daftar serangan harimau kepada manusia.

Dikutip dari Kompas.com, korban konflik harimau dan manusia di daerah Pagaralam dan Lahat, Sumatera Selatan bertambah menjadi empat orang.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas