Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ratusan Warga Cari Bagian Tubuh Asfani yang Diduga Tewas Diterkam Harimau

Saat ini warga sudah menemukan tulang yang sudah hancur diterkam harimau dan diduga milik Asfani. Namun pencarian masih terus dilakukan.

Ratusan Warga Cari Bagian Tubuh Asfani yang Diduga Tewas Diterkam Harimau
Handout
Warga yang mencari potongan tubuh Asfani yang diduga tewas diterkam harimau. 

Ia juga terkejut dan cemas ketika ia dan rekannya yang lain menemukan topi dan arit milik korban.

"Disitu, kami sudah berpikir ada yang tak beres yang menimpa korban. Benar saja, saat terus mencari ditemukan paha kiri korban yang berjarak sekitar 50 meter dari pondok. Kemudian berjarak sekitar 40 meter ditemukan tangan dan dari situ atau sekitar 50 meter ditemukan kerangak kepala," ujar dia.

Sebuah foto jejak diduga milik Harimau Sumatera beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp pada Minggu (15/12/2019) sore hingga malam hari.
Sebuah foto jejak diduga milik Harimau Sumatera beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp pada Minggu (15/12/2019) sore hingga malam hari. (Istimewa)

Baca: Mendadak Diterkam Harimau di Kebun Kopi, Tubuh Suwadi Tercabik-cabik, Kerangka Dada Lenyap

Baca: Diduga Dimangsa Harimau, Tubuh Warga Lahat Ini Cerai Berai, Awalnya 3 Minggu di Kebun

Sejauh ini yang belum ditemukan yakni bagian badan karena hujan deras saat dalam pencarian itu.

"Korban ini sudah tiga minggu bermalam di kebun. Selain merawat kopi saat ini korban sedang menunggu buah durian yang mulai membesar karena takut dimakan kera. Ya kami yakin itu kakak ipar kami. Apalagi ditemukan pakaianya," tuturnya.

Saat kejadian korban hanya sendiri sehingga tidak ada yang melihat penyebab korban tewas.

"Namun, kuat dugaan karena kami melihat ada tapaknya," ujarnya.

Ditemukannya korban bermula dari mengikuti jalur tapak tersebut.

"Makanya keluarga juga setuju membawa ke RSUD sehingga bisa mendapat petunjuk atas kematian korban," ujarnya, saat ditemui di Kamar Mayat RSUD, Lahat.

Sementara, pihak RSUD Lahat, dr Ira, yang memeriksa tubuh korban hingga saat ini belum dapat disimpulkan penyebab korban meninggal terlebih saat ini struktur tubuh korban sudah tak utuh.

Namun, kata dr Ira, korban sudah meninggal lebih dari 24 jam dan ada belatung.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Sriwijaya Post
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas