Tanah di Desa Melis Bergerak, Sujiati Menangis Rumahnya Retak-retak
Sujiati (56) tak kuasa menahan tangin ketika bertemu dengan Kepala Desa Melis, Ferry Adi Kusuma.
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, TRENGGALEK - Sujiati (56) tak kuasa menahan tangis ketika bertemu dengan Kepala Desa Melis, Ferry Adi Kusuma.
Saat itu ia tengah berada di rumah tetangganya.
Rumah yang selama ini ia tinggali rusak terdampak tanah gerak.
"Pak, tolong diperbaiki," kata Sujiati, sambil memeluk kepala desa.
Lantai rumah sujiati retak-retak dampak tanah bergerak.
Keretakan parah terjadi pada Rabu (25/12/2019).
Baca: Sepasang Kekasih Terbakar di Indekos: Sang Pria Coba Bunuh Diri Siramkan Bensin yang Baru Dibelinya
Baca: Ini 19 Ruas Jalan yang Tergenang Banjir akibat Hujan Deras yang Guyur Sesaat
Baca: Sebelum Meninggal dengan Luka Sayatan di Leher, Ilyas Berencana Pulang ke Trenggalek Bersama Paman
Tanah tiba-tiba retak cukup parah setelah hujan deras terjadi di tempat itu.
Selama ini, Sujiati tinggal sendiri di rumah tersebut.
Bangunan rumah tergolong sederhana: ruang tamu kecil yang dijadikan tempat tidur dan satu kamar.
Beberapa waktu lalu, Sujiati yang janda itu mendapat bantuan bedah rumah.
"Kami rencanakan menggeser rumahnya supaya bisa ditempati," kata Ferry.
Kepada Sujiati yang tampak sedih, ia berusaha menenangkan.
Retakan di rumah Sujiati cukup parah.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Trenggalek, panjang retakan sekitar 30 sentimeter (cm).
Sementara lebar dan kedalamannya 20 cm x 130 cm.
Dua hari setelah retakan pertama terjadi, lobang-lobang retakan sudah ditutup dengan tanah.
Diberitakan sebelumnya, Tanah di Desa Melis, Kabupaten Trenggalek mengalami retak-retak.
Keretakan terjadi dalam rentang sekitar lima bulan lalu hingga dua hari belakangan.
Saat SURYA.co.id mengunjungi desa itu, Jumat (27/12/2019), tanah retak yang terlihat jelas berada di halaman rumah Sujati.
Tanah yang retak bahkan mengakibatkan lantai rumah ikut retak cukup parah.
Keretakan juga menyebar ke dalam rumah dan menyebar.
"Awalnya retak tanah kecil, retak rambut saja. Tapi setelah hujan deras, Rabu (25/12/2019), keretakan meluas," kata Kepala Desa Milis, Ferry Adi Kusuma.
Ferry mengatakan, tanah retak terjadi di satu kawasan di RT/RW 09/04.
Tanah retak di daerah itu, lanjut Ferry, merupakan yang pertama kali terjadi.
Terlebih, daerah tersebut berada di dataran rendah.
Bukan di pegunungan seperti kejadian tanah retak sebelum-sebelumnya.
Di sekitar lokasi itu, memang terdapat sungai.
"Jaraknya antara 20 meter sampai 100 meter," ujar Ferry. (Aflahul Abidin)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Tanah Retak di Desa Melis Trenggalek, Sujiati Menangis Rumahnya Ikut Retak: Pak, Tolong Diperbaiki
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.