Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Beda Cara Risma dan Anies Baswedan Tangani Banjir

Dulu banjir sempat menjadi ancaman di sebagaian kawasan Surabaya utara namun sudah bisa teratasi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Beda Cara Risma dan Anies Baswedan Tangani Banjir
Kompas.com/YouTube.com
Beda Cara Wali Kota Risma & Gubernur Jakarta Anies Baswedan Tangani Banjir, Mana yang Efektif? 

Gubernur DKI, Anies Baswedan pernah menjelaskan konsep mecegah banjir saat debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua.

Ketika itu moderator menanyakan maksud dari program kerja Anies Baswedan yakni zero run-off atau nol limpahan untuk menangani masalah banjir.

Anies Baswedan mengatakan jika konsep vertical drainage adalah air hujan dimasukkan ke bumi, bukan dikirimkan ke laut.

"Mengenai air, konsepnya adalah vertical drainage. Air hujan ini rahmat dari Allah, dari Tuhan. Rahmat yang diturunkan untuk dimasukkan ke bumi bukan sesegera mungkin dikirim ke laut." Yang dilakukan sekarang masuk kirimkan ke laut," ujarnya, dilansir melalui YouTube OfficialiNews, Jumat (27/1/2017).

Saat itu, Anies Baswedan berencana akan memperbanyak sumur-sumur resapan.

"Bumi kita tidak diresapi oleh air karena itu yang kita lakukan adalah memperbanyak sumur-sumur resapan di tiap kampung, di tiap rumah, di tiap jalan," ungkap pria 50 tahun ini.

Hal ini dilakukan agar tanah di Jakarta berisi air kembali.

Rekomendasi Untuk Anda

"Di samping kanal-kanal dan sungai pun kita siapkan lubang ke dalam sehingga tanah di bawah Jakarta berisi air kembali," ujarnya.

Anies Baswedan juga menyampaikan, apabila tanah di Jakarta makin sedikit air, maka konsep yang dia usung vertical drainage, bukan horizontal drainage.

"Hari ini tanah di Jakarta makin sedikit air karena satu penyedotan yang kedua suplai masuk ke dalamnya hampir tidak ada karena konsep yang dilakukan adalah horisontal drainage."

"Dialirkan secara horisontal, efeknya dikirimkan semua ke laut," imbuh mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Kini, sebanyak 31 ribu warga dari berbagai wilayah di Jakarta telah mengungsi.

BMKG memperkirakan hujan akan terus mengguyur Jakarta hingga 7 Januari 2020.

Hingga saat ini, tercatat korban meninggal akibat bencana banjir sebanyak 16 orang.

Menanggapi masalah banjir yang melanda wilayahnya, Anies Baswedan tidak mau menyalahkan pihak manapun terkait banjir yang melanda ibu kota.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas