Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lukai Polisi, Tangan Kanan Bandar Narkoba Ditembak Polisi

Saat ditangkap, awalnya polisi menemukan Sekitar 50 gram sabu dan 50 butir pil ineks di rumah tersangka di Petemon Kuburan.

Lukai Polisi, Tangan Kanan Bandar Narkoba Ditembak Polisi
Ahmad Zaimul Haq/Surya
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menunjukkan barang bukti 1,525 kg sabu dan 950 butir pil ineks yang ditemukan dari Gudang Narkoba di Jambon Sidoarjo, Kamis (2/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kurir sekaligus pengedar narkoba ditembak mati polisi, karena melawan dan melukai dua anggota opsnal Unit Idik II Satresnarkoba yang dipimpin Iptu Danang dan Ipda Yoyok Hardianto.

Pengedar sabu itu adalah Rizal Wahyu Putra, pemuda berusia 28 tahun asal Petemon Kuburan Surabaya.

Rizal merupakan tangan kanan bandar yang mengelola gudang narkotika di wilayah Jambon Sidoarjo.

Saat ditangkap, awalnya polisi menemukan Sekitar 50 gram sabu dan 50 butir pil ineks di rumah tersangka di Petemon Kuburan.

Tak lama, polisi meminta Rizal untuk menunjukkan barang bukti lainnya, sebab polisi menemukan beberapa bungkus plastik yang dilakban dalam kondisi terbuka seperti bekas paket.

Baca: BREAKING NEWS: Polrestabes Surabaya Tembak Mati Pengedar Narkoba

Baca: Alasan Sebenarnya Jukir Asal Madura Nodai Gadis 16 Tahun di Surabaya, Fantasi dari Film Favoritnya?

Baca: Razia Jelang Tahun Baru, Polisi Tangkap Pria Diduga Bandar Sabu di Diskotek MM

"Tersangka kemudian menunjukkan di mana ia menyimpan sabu yang dikendalikan oleh seorang bandar di wilayah Jambon, Sidoarjo.

Di sana kami menggerebek sebuah rumah dan ternyata bandar yang dimaksud sudah tidak ada di lokasi," beber Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, Kamis (2/12/2019).

Di dalam rumah tersebut terdapat puluhan paket berisi sabu dan ratusan pil ineks serta sebuah senjata tajam jenis pisau berukuran sekitar 40 cm.

Tanpa disangka, Rizal kemudian mengambil pisau tersebut dan berusaha melawan petugas.

"Ada dua anggota kami terluka karena tebasan senjata tersebut. Dengan pertimbangan keselamatan, kami terpaksa melumpuhkan tersangka dengan tembakan mengenai dada.

Seketika tersangka lumpuh dan dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong saat perjalanan ke rumah sakit," tandas alumnus terbaik AKPOL 1995 itu. (Firman Rachmanudin)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Kronologi Tembak Mati Pengedar Sabu di Surabaya, Pemuda Asal Petemon Tangan Kanan Bandar Narkotika

Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas