Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mertua Sekkab Lamongan Tewas Dibunuh Denngan Bengis, Keluarga: 'Perbuatan di Luar Nalar Manusia'

Keluarga Sekkab Lamongan mengaku tidak memiliki firasat apa-apa, sebelum ibu mertua Yuhronur Efendi meninggal dengan tragis.

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Mertua Sekkab Lamongan Tewas Dibunuh Denngan Bengis, Keluarga: 'Perbuatan di Luar Nalar Manusia'
Hanif Manshuri/Surya
Anis Kartikawati anak pertama korban, istri Sekkab Lamongan di depan kamar jenazah RS Muhammadiyah Lamongan, Sabtu (4/1/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN - Keluarga Sekkab Lamongan mengaku tidak memiliki firasat apa-apa, sebelum ibu mertua Yuhronur Efendi meninggal dengan tragis.

Yuhronur Efendi ditemui Surya.co.id, Sabtu (4/1/2020) mengisahkan, pada Jumat (3/1/2020) sekitar pukul 13.30 WIB masih bertemu dengan korban di kediamannya.

Bahkan korban masih bercerita bahwa Sabtu hari panen pepaya dan rencana Minggu (5/1/2020) besok sang ibunda akan mengirimkan pepaya itu ke panti asuhannya bu Nunung.

"Biasanya rutin dibarengi beras yang memang setiap bulan diberikan," ungkap Yuhronur.

Mertuanya memang orang yang suka berbagi dan ulet dalam memperjuangkan keluarga, termasuk dengan usaha beberapa kontrakannya.

Baca: Ibu Mertua Sekkab Lamongan Diduga Dibunuh Waktu Salat Magrib, Korban Masih Membawa Mukena

Baca: Ibu Mertua Sekkab Lamongan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Korban Perampokan

Baca: ALASAN Cewek Sidoarjo Bunuh Mahasiswi Akper Maluku & Lucuti Busananya, Terungkap Terkait Orang Tua

Selama masa hidupnya juga paling rajin membangunkan anak-anaknya untuk salat tahajud dan salat subuh.

"Bahkan saat meninggal, beliau juga dalam keadaan mengaji setelah salat dan masih pakai mukena," kata menantu pertama almarhum ini.

Karena itu menjadi kebiasaannya ketika di rumah Sumberwudi maupun saat menginap di rumah anak-anaknya.

"Itu yang paling saya ingat, beliau selalu mengingatkan untuk salat," ungkapnya.

Selama ini, kata Yuhronur, mertuanya tidak pernah mengeluh.

"Kalau punya masalah atau hal-hal yang tidak menyenangkan itu jarang diceritakan kepada anak-anaknya," bebernya.

Bahkan sebaliknya, senang sekali menceritakan kepada anaknya, cucunya, tetangganya hal-hal yang menyenangkan.

"Beliau juga aktif dalam kegiatan bersama ibu-ibu manula," katanya.

Korban selama ini hidup sendirian di rumah, kadang kalau menginap di rumah anaknya tidak bisa terlalu lama, karena dia lebih senang di rumahnya.

"Mungkin beliau tidak ingin mengganggu anak-anaknya atau mungkin sudah terbiasa mandiri," katanya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas