Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Begal Sabetkan Celurit Hingga Tangan Wakid Nyaris Putus, Sepeda Motor Diikhlaskan

Ditemani istrinya, Wakid yang masih terbaring lemah mengatakan bahwa dirinya tidak banyak menuntut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Begal Sabetkan Celurit Hingga Tangan Wakid Nyaris Putus, Sepeda Motor Diikhlaskan
M Fadli Taradifa/Tribun Medan
Wakid, korban gebal di Titi Kuning, Medan, dirawat di RS Mitra Sejati, Rabu (8/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM -- Korban begal di Jalan Tritura, Titi Kuning, Wakid (63) warga Dusun I, Desa Ujung Serdang, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, terbujur lemas di atas tempat tidur Rumah Sakit Mitra Sejati, Jalan AH Nasution, Rabu (8/1/2020).

Pria yang bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta ini mendapat perawatan medis karena ditebas kawanan begal di kawasan Titikuning, Medan pada Selasa (7/1/2020) sekitar pukul 06.30 WIB.

Peristiwa itu terekam oleh kamera CCTV dan beredar dimedia sosial.

Wakid menjelaskan kejadian yang dialaminya hingga mendapat perawatan medis.

"Kejadian itu pada, Selasa (7/1/2020). Saat itu, saya mau kerja ke Titikuning.

Awalnya tidak terjadi apapun.

Baca: Ibu Muda Penjual Nasi Goreng di Deli Serdang Sumut Tewas Gantung Diri

Baca: Cerita Geng Remaja Sewaan di Semarang: Dibayar Sebungkus Rokok dan Rp 70 Ribu Jika Menang Tawuran

Baca: Selingkuhi Seorang Gadis, Tasmianto Dilaporkan ke Polisi

Namun, tiba-tiba dua orang yang mengendarai sepeda motor jenis sport datang dari belakang dan langsung menghantam saya dengan celurit," ujarnya, Rabu (8/1/2020).

Kejadian tersebut, lanjut Wakid, begitu cepat.

Rekomendasi Untuk Anda

Di mana dirinya ditarik dan pelaku langsung menebas secara membabi buta ke arah tangan kanannya.

"Saya sudah tidak bisa berpikir apapun.

Saya menepi meninggalkan sepeda motor saya.

Sementara pelaku berusaha mendirikan sepeda motor Honda GL Pro yang saya modif menjadi trail," katanya.

"Yang selamatkan saya, ibu-ibu dua orang.

Saya minta tolong panggilan becak.

Pertama mau dibawa ke RS Sembiring, namun karena jauh, saya minta dibawa ke sini saja," ungkapnya.

Ditemani istrinya, Wakid yang masih terbaring lemah mengatakan bahwa dirinya tidak banyak menuntut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas