Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Zuraida Hanum Janjikan Umrah hingga Pernikahan kepada Eksekutor Hakim Jamaluddin

Istri Hakim Pengadilan Negeri Medan, Zuraida Hanum jadi otak pembunuhan sang suami, Hakim PN Medan, Jamaluddin. Zuraida janjikan beberapa hal ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Zuraida Hanum Janjikan Umrah hingga Pernikahan kepada Eksekutor Hakim Jamaluddin
Riski Cahyadi/Tribun Medan
Istri Jamaluddin, Hakim PN Medan, Zuraida Hanum saat menjadi tersangka pembunuhan suaminya 

Tak hanya itu, dia juga mengaku ingin menikah dengan Jeffry usai pembunuhan itu.

"Iya kakak serius. Memang rencana kami mau nikah, kakak enggak main-main. Selama ini kakak enggak tahan, udah lama kakak, udah cukup sakit hati lah," ujar Zuraida.

Pernikahan yang dijanjikan itu merupakan imbalan untuk Jefri usai membunuh Jamaluddin.

Jefri diketahui menyandang status duda setelah bercerai dengan istri pertamanya.

Jefri memiliki satu anak yang sedang mengenyam pendidikan di satu sekolah yang sama dengan anaknya Zuraida yang masih berusia 7 tahun.

Janji Berangkatkan Umrah

Dikutip dari Tribun Medan, Zuraida mengatakan sebelum membunuh Jamaluddin, Reza terlebih dahulu meminta imbalan.

Rekomendasi Untuk Anda

Imbalannya, Reza ingin ibu, adik, serta dirinya pergi umrah ke Tanah Suci setelah menjalankan rencana pembunuhan hakim Jamaluddin.

Total biaya umrah pada saat itu disepakati mencapai Rp 100 juta.

”Saya tidak janjikan uang Rp 100 juta, tapi untuk biaya umrah, saya sampaikan,” kata Zuraida, Senin (13/1/2020).

"Maksud saya, Rp 100 juta ini untuk umrah berempat bersama ibunya dan adiknya Reza".

Kedua pelaku Zuraida Hanum dan M Jefri Pratama melakukan rekonstruksi saat bertemu di Cafe Every Day, Senin (13/1/2020).
Kedua pelaku Zuraida Hanum dan M Jefri Pratama melakukan rekonstruksi saat bertemu di Cafe Every Day, Senin (13/1/2020). (M Fadly Taradifa/Tribun Medan)

Setelah kesepakatan tercapai, Zuraida lantas memberikan uang Rp 2 juta kepada Reza.

Uang itu bukan sebagai upah untuk membunuh Jamaluddin, tapi untuk membeli sejumlah peralatan untuk membunuh.

Di antaranya sarung tangan dan ponsel.

Sarung tangan digunakan untuk menutupi jejak sidik jari, sedangkan ponsel untuk mereka saling berkomunikasi satu sama lain.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas