Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penertiban Warung Tuak di Perumnas Mandala Ricuh

Jefri langsung membuat laporan ke Mapolda Sumut terkait pemukulan yang dilakukan petugas Satpol PP

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Penertiban Warung Tuak di Perumnas Mandala Ricuh
Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk
Petugas Satpol PP Kota Medan bersama gabungan Polri-TNI melakukan penertiban warung tuak di Jalan Elang Ujung, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Medan Denai, Jumat (24/1/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Medan Victory Arrival Hutauruk


TRIBUNNEWS.COM, MEDAN 
-  Penertiban warung tuak di Jalan Elang Ujung, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Medan Denai, Jumat (24/1/2020) ricuh.

Kericuhan dipicu bentrok antara petugas Satpol PP dengan warga pemilik warung yang ditertibkan.

Akibatnya, seorang warga Jefri Wandi Siburian mengalami luka.

Pelipisnya bocor terkena benturan kepala seorang petugas Satpol PP.

Darah segar mengalir dari wajahnya hingga ke dagu.

Saat diwawancarai Tribun, Jefri menyebutkan berniat untuk menahan pembongkaran titi rumah karena tidak ada izin.

Baca: Seorang Pria di Pelalawan Tewas Usai Pisahkan 2 Wanita Berkalahi

Baca: Gara-gara Unggahan Tentang Perempuan Terjadi Adu Jotos di Warung Tuak

Baca: Begal Bersenjata Klewang Ditembak Polisi, Dia Juga Ternyata Mantan Residivis Aksi Perampokan

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, petugas mengantukkan kepalanya.

"Pertama saya coba mengindahkan karena itu yang diangkat titinya, bukan warungnya. Saya bilang sudah cukup, jangan dibongkar waktu melerai, tapi mereka main hajar langsung. Kepala saya diantukkan hingga berdarah, tangan juga saya dipukul," tuturnya yang masih berlumuran darah.

Jefri langsung membuat laporan ke Mapolda Sumut terkait pemukulan yang dilakukan petugas Satpol PP.

"Ini kami mau langsung ke Polda rame-rame mau buat laporan," cetusnya.

Pemilik warung tuak yang akrab Boru Pasaribu yang akrab disapa Mamak Gepri menyebutkan bahwa penggusaran tersebut sangat tidak manusiawi dan tidak ada surat izin resmi.

"Awalnya tadi dibilang kedai mau ditutup apa alasannya, katanya di sini buat ribut-ribut. Tapi waktu ditanya surat penertiban enggak ada. Saya bilang mana buktinya, gak pernah kami buat ribut-ribut dan kerusuhan. Cuma main gitarnya, ini karena ada orang-orang yang tidak suka mau memprovokasi," tuturnya.

Pasaribu menerangkan dirinya kecewa karena warungnya saja yang ditertibkan, sementara banyak warung tuak di daerah Mandala yang masih berkeliaran.

"Kenapa kedai kecil begini harus diamankan, sementara kenapa di daerah  Perumnas  Mandala ini tidak ditutup seluruhnya, kenapa hanya kedaiku saja. Padahal di sana ada sarang narkoba, tidak ditertibkan," tuturnya dengan nada tinggi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas