Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Usai Geger Sunda Empire, Ada Raja Kandang Wesi di Garut, Ini Pernyataan Sang Raja

Gelar raja yang dimilikinya, disebut Nurseno SP Utomo merupakan penghargaan atas jasanya mendirikan padepokan Syahbandar Kari Madi

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Usai Geger Sunda Empire, Ada Raja Kandang Wesi di Garut, Ini Pernyataan Sang Raja
Firman Wijaksana/Tribun Jabar
Nurseno SP Utomo, pendiri padepokan bela diri Syahbandar Kari Madi yang memiliki gelar Raja Kandang Wesi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Nurseno SP Utomo, jadi sosok yang disorot warga Garut karena disebut menjadi seorang raja.

Ia memiliki Kerajaan Kandang Wesi di Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng.

Meski menjadi seorang raja, Nurseno yang ditemui di salah satu kafe di Garut pada Kamis (23/1/2020) malam, enggan disamakan dengan raja palsu Keraton Agung Sejagat.

Apalagi sampai mematok iuran bagi yang ingin menjadi pengikutnya.

"Saya kira ini isu biasa saja. Euforia dari apa yang terjadi tentang banyaknya orang yang mengklaim kerajaan-kerajaan," ujar Nurseno SP Utomo.

Baca: Dihujat Warganet setelah Viral, Perekam Video Emak-emak Memasukkan Sampah ke Selokan Minta Maaf

Baca: Muncul Indonesia Mercusuar Dunia di Sumbar, Sosok Soekarno dan Nyi Roro Kidul Dipajang di Spanduk

Baca: Polri Selidiki Fenomena Munculnya Kerajaan atau Kekaisaran Fiktif di Indonesia

Gelar raja yang dimilikinya, disebut Nurseno SP Utomo merupakan penghargaan atas jasanya mendirikan padepokan Syahbandar Kari Madi (SKM).

Rekomendasi Untuk Anda

Padepokan bela diri itu ia dirikan tahun 1998.

"Pada tahun 2014, saya mendapat pengakuan sebagai Raja Kandang Wesi dari forum komunikasi raja-raja dan sultan Nusantara yang diketuai Maskut Toyib," ucapnya.

Maskut Toyib, katanya, merupakan kepala budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Raja yang diembannya itu hanya sebagai gelar.

Ia membantah pernah mendirikan sebuah kerajaan.

"Sejarahnya itu Kandang Wesi dulunya memang ada kerajaan. Itu sudah ada penelitiannya. Saya hanya sebagai pemangku adat untuk menjaga budaya di sana," katanya.

Nurseno mengatakan, ia juga tak pernah mendeklarasikan diri menjadi seorang raja.

Para murid di padepokan bela dirinya juga tak disebut sebagai pengikut kerajaan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas