Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

RS Kariadi Semarang Rawat Pasien yang Sempat Kunjungi Wuhan China, Begini Penjelasan Tim Dokter

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang mengopservasi seorang pasien yang mengeluh pilek dan sesak nafas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Ifa Nabila
zoom-in RS Kariadi Semarang Rawat Pasien yang Sempat Kunjungi Wuhan China, Begini Penjelasan Tim Dokter
tribunnews.com/ist
Pakar kesehatan China telah memberikan peringatan kepada masyarakat untuk menghindari tempat keramaian termasuk salah satunya bioskop untuk mencegah penyebaran Virus Corona yang berakibat pada meruginya beberapa bioskop di seluruh China. 

TRIBUNNEWS.COM - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang mengobservasi seorang pasien yang mengeluh pilek dan sesak nafas.

Pasien laki-laki berusia 41 tahun tersebut adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang menempuh studi S3 di Wuhan China.

Ia baru tiba di tanah air 10 hari yang lalu saat virus corona sudah mewabah di Kota Wuhan.

"Pasien itu datang ke IGD kemudian ada keluhan pilek-pilek," ujar Tim Dokter Penyakit Infeksi RSUP dr Kariadi, Muchlis Achsan Udji, dikutip Tribunnews dari tayangan di kanal YouTube tvOneNews, Rabu (29/1/2020).

"Baru pulang dari Wuhan karena menempuh study di sana 10 hari yang lalu."

"Sementara itu kita tahu masa inkubasi dari virus corona adalah 14 hari, maka untuk mengantisipasi kemungkinan besok panas, lusa panas kan kita tidak tahu," kata Muchlis..

Untuk itu, pihaknya masih merawat pasien tersebut di ruang isolasi untuk dilakukan observasi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi sementara kami keep dulu, kami rawat, insyaallah nanti lusa akan hari ketiga tidak panas, bagus, klinis baik tentu akan dipulangkan," tambahnya.

Muchlis menuturkan, selama berada di Wuhan, pasien tersebut mengaku tidak bersentuhan dengan orang yang diduga terinfeksi virus corona.

"Selama tidak melakukan kontak langsung dengan penderita tidak bisa dipastikan suspect."

"Atau kalau merasakan gejala seperti demam, batuk, sesak napas, badan sakit semua kita baru berpikir kemungkinan ke arah suspect," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, RSUP Kariadi Semarang, menyatakan seorang pasien yang demam setelah pulang dari Wuhan, China, tidak terinfeksi virus corona.

asil pemeriksaan rumah sakit menyatakan, pasien tersebut hanya menderita flu biasa.

"Setelah diperiksa hanya keluhan batuk flu," kata Direktur Medik Keperawatan RSUP Kariadi, Agoes Oerip Poerwoko, dikutip dari Kompas.com.

Menurut Agoes, masa observasi pasien asal Salatiga itu akan berlangsung selama 14 hari.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas