Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

25 Ekor Babi yang Diternaknya Mati, Warga Badung Ini Kembali Bekerja di Proyek

Para peternak pun terpaksa alih profesi lantaran tidak berani ambil risiko untuk melakukan ternak kembali

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in 25 Ekor Babi yang Diternaknya Mati, Warga Badung Ini Kembali Bekerja di Proyek
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kandang milik Made Sudirta kini sudah tidak diisi indukan babi, di Banjar Semana, Mambal, Abiansemal, Badung, Bali, Minggu (2/2/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali I Komang Agus Aryanta

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Peternak babi di Gumi Keris tidak mau memelihara babi lagi sebelum adanya vaksin untuk mengantisipasi wabah yang melanda babi saat ini.    

Pihak dinas setempat juga belum memberikan kepastian secara pasti terkait solusi atau penyakit yang menimpa peternak babi tersebut.

Padahal di Kabupaten Badung sudah tercatat sebanyak 564 ekor mati hingga 31 Januari 2020.

Para peternak pun terpaksa alih profesi lantaran tidak berani ambil risiko untuk melakukan ternak kembali.

Salah satu Peternak Babi dari Banjar Semana, Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal, Badung, Made Sudiarta pun mengaku kembali bekerja di proyek di Ubud.

Pria yang memelihara 25 indukan babi itu pun mengaku tidak bisa melanjutkan usahanya sebagai peternak babi dengan waktu cepat karena wabah belum ada solusinya.

Baca: Gara-gara Virus Ganas, Ribuan Ekor Babi Mati Mendadak di Bali, Peternak Belum Berani Isi Kandang

Baca: Harga Babi di Bali Anjlok, Ini Penyebabnya

Rekomendasi Untuk Anda

“Sementara saya terpaksa di proyek ini, di Ubud, Gianyar. Bagaimana men, belum ada solusi masak hasil labnya tidak dikeluarkan,” jelasnya Rabu (4/2/2020).

Ia berharap agar pemerintah setempat cepat menangani wabah tersebut.

Pasalnya sudah sampai satu bulan wabah tersebut belum ada solusi dan terkesan sampai berlarut-larut.

“Kalau sampai berlarut, seperti saya yang mata pencahariannya pada peternak babi kan susah. Bahkan setidaknya 60 persen penghasilan saya dari ternak babi,” jelasnya sembari mengatakan itu pun permainan uang di Bank, kalau mangkrak gini kan saya tidak bisa bayar dan risikonya sangat tinggi.

Ia pun mengaku akan beternak babi kembali jika solusi sudah didapat oleh pemerintah.

Pemerintah pun harus cepat dalam mengambil tindakan.

Baca: Kasus Babi Mati Mendadak di Badung Bali Capai 564 Ekor di Bulan Januari, Obat dan Vaksin Belum Ada

Baca: Viral, Mantan Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi Dilempar Kotoran Babi Oleh Sekelompok Pemuda

“Pasti kalau ada obat, vaksin, saya pasti akan jadi peternak kembali. Kalau tidak begitu apa saya gunakan bayar hutang,” pungkasnya.

Kabid Keswan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gde Asrama belum bisa berbuat banyak terkait wabah kematian babi tersebut.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas