Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Andre Rosiade Jawab Dugaan Penjebakan PSK di Padang, Sebut Ada Fight Back Pemberantasan Maksiat

Anggota komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, dikabarkan menjebak seorang pekerja seks komersial (PSK) di Padang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti
zoom-in Andre Rosiade Jawab Dugaan Penjebakan PSK di Padang, Sebut Ada Fight Back Pemberantasan Maksiat
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Anggota DPR RI Andre Rosiade bersama pihak kepolisian dari Polda Sumbar saat menggerebek wanita yang terlibat prostitusi online di Padang, Minggu (26/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM -  Anggota komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, dikabarkan menjebak seorang pekerja seks komersial (PSK) di Padang.

Hal itu berawal dari penggerebekan yang dilakukannya bersama Tim Subdit V Cyber Crime Direrktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar di sebuah hotel di Padang, Minggu (26/1/2020) lalu.

Perempuan tersebut berinisial N (26), yang kini sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Sumatera Barat.

Tersangka mengaku dirinya dijebak oleh Andre Rosiade, dan menduga penggerebekan dirinya sudah direncanakan.

Sementera itu, politikus Tifatul Sembiring pun mencoba untuk mempertanyakan kabar tersebut kepada Andre Rosiade melalui akun Twitter pribadinya @tifsembiring, Selasa (4/2/2020).

"Saya sangat setuju 100% memberantas maksiat, mas Andre. Tapi jawab dulu, apakah benar isi berita ini, anda menjebak...monggo...," tulis Tifatul Sembiring.

Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Andre Rosiade yang menyebut prostitusi online sudah sering terjadi di Kota Padang.

Rekomendasi Untuk Anda

Sehingga, peristiwa tersebut membuat masyarakat Padang menjadi resah.

Andre Rosiade mengatakan, saat terjadi peristiwa penggerebekan, N dan seorang pria tengah berhubungan badan di kamar hotel di Padang.

Sehingga, ia meminta Tifatul Sembiring tidak pencitraan dengan bertanya seperti itu.

"Pak @tifsembiring. Prostitusi Online itu marak di Padang & ini menjadi keresahan masyarakat. Bahkan HL koran lokal hari ini pun membahasnya. Waktu digrebek juga tidak terjadi “hubungan” spt yg di opinikan. Bapak setuju melawan?? Walikota bapak diam aja kok. Jgn drama pencitraan," tulis Andre Rosiade dalam akun @andre_rosiade, Selasa (4/2/2020).

Andre kembali menjelaskan mengenai penggerebekan tersebut dalam cuitannya.

Ia mengatakan, saat itu dirinya juga bersama anggota polisi saat melakukan penggerebekan.

Politisi Gerindra ini pun menduga ada sebuah upaya untuk menghentikan upaya pemberantasan maksiat di Kota Padang.

"Kejadiannya tgl 26 Januari 2020. Ada Puluhan orang dan banyak Anggota Polri dilapangan. Kenapa di ributkan sekarang. Padahal Polisi sudah menetapkan TSK. Mungkin ada yg terganggu pencitraannya. Atau ini Fight back terhadap pemberantasan Maksiat di Padang," tulis Andre, Selasa (4/2/2020).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas