Tribun

Pengobatan Ningsih Tinampi Bikin Khawatir Dinkes Jatim: Tidak Masuk 2 Kategori

Pengobatan Ningsih Tinampi di Pasuruan membuat khawatir pihak Dinas Kesehatan Jatim. Bagaimana penjelasan Dinkes?

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Sri Juliati
zoom-in Pengobatan Ningsih Tinampi Bikin Khawatir Dinkes Jatim: Tidak Masuk 2 Kategori
KOMPAS.com ANDI HARTIK / SURYA.co.id GALIH LINTARTIKA
Pengobatan Ningsih Tinampi di Pasuruan membuat khawatir pihak Dinas Kesehatan Jatim. Bagaimana penjelasan Dinkes? 

TRIBUNNEWS.COM - Dinas Kesehatan Jawa Timur mengungkapkan rasa khawatirnya mengenai pengobatan alternatif Ningsih Tinampi di Pandaan, Pasuruan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinkes Jatim, Herlin Ferliana, Sabtu (8/2/2020).

Menurut Herlin, pihaknya khawatir semakin banyak orang yang datang ke tempat pengobatan Ningsih karena penasaran.

Padahal biaya berobat di Ningsih Tinampi tidak murah, dipatok mulai Rp 300 ribu hingga Rp 10 juta.

Pengobatan alternatif berbasis spiritual Ningsih Tinampi di Kabupaten Pasuruan mendadak dikunjungi lintas dinas, Rabu (5/2/2020).
Pengobatan alternatif berbasis spiritual Ningsih Tinampi di Kabupaten Pasuruan mendadak dikunjungi lintas dinas, Rabu (5/2/2020). (SURYA.co.id/GALIH LINTARTIKA)

"Kami khawatir nanti malah masyarakat penasaran dan mencoba berobat ke sana, padahal berobat ke Ningsih Tinampi tidak murah," ujar Herlin, dilansir Kompas.com.

Baca: Ningsih Tinampi Bingung Ditanya Darimana Sumber Ilmunya, Blak-blakan Ungkap Pekerjaan Awalnya

Baca: Ahli Pengobatan Alternatif Berbasis Spiritual Ningsih Tinampi Klaim Didukung Dinkes Jatim dan Polisi

Pihaknya pun menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis daripada harus ke Ningsih.

"Lebih baik memanfaatkan layanan kesehatan yang gratis. Uangnya bisa dipakai untuk pendukung pengobatan," tandas dia.

Mengutip Kompas.com, Herlin mengungkapkan pengobatan Ningsih Tinampi bukanlah layanan kesehatan.

Pasalnya, Ningsih tidak masuk dalam dua kategori pengobatan, tradisional maupun konvensional.

Herlin menjelaskan, pengobatan tradisional dilakukan dengan cara memanfaatkan ramuan.

Sementara pengobatan konvensional, pengobatan dan tindakannya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Ningsih Tinampi saat mengobati pasiennya di rumahnya di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (17/9/2019).
Ningsih Tinampi saat mengobati pasiennya di rumahnya di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (17/9/2019). (KOMPAS.COM/ANDI HARTIK)

"Tapi, pengobatan Ningsih Tinampi tidak masuk dalam 2 kategori pengobatan tradisional dan konvensional," kata Herlin.

Tak hanya khawatir pada masyarakat, Dinkes Jatim juga memperingatkan Ningsih Tinampi untuk tidak mengobati pasien menderita penyakit medis.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Jatim, Dian Islami menyebutkan, pengobatan Ningsih beraliran kepercayaan kultur dan tidak berkaitan dengan regulasi Dinkes.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas