Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nurhayati Tak Menyangka Sang Suami Tewas Ditikam Tetangganya Sendiri

Nurhayati tak menyangka tetangganya yang hanya berjarak beberapa rumah tega melakukan perbuatan keji dan membunuh suaminya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Nurhayati Tak Menyangka Sang Suami Tewas Ditikam Tetangganya Sendiri
Tribunlampung.co.id/Joviter Muhammad
Junaidi (40), warga RT 3 Desa Gedung Harapan, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, tewas bersimbah darah, Senin (10/2/2020). Sang istri, Nurhayati (kiri) dan putrinya menunjukkan foto korban, Senin (10/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Junaidi (40), warga RT 3 Desa Gedung Harapan, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, tewas bersimbah darah, Senin (10/2/2020).

Pria yang bekerja sebagai debt collector perusahaan leasing kendaraan di Bandar Lampung ini meninggal dunia karena ditikam oleh tetangganya sendiri.

Istri korban, Nurhayati (39) mengatakan, suaminya tak punya musuh.

Ia tak menyangka tetangganya yang hanya berjarak beberapa rumah tega melakukan perbuatan keji tersebut.

Nurhayati syok saat dibangunkan tetangga yang mengabarkan suaminya roboh bersimbah darah.

"Di sini sudah biasa acara organ sampai pagi aman-aman saja. Gak ada ribut-ribut. Makanya kaget bapak ditusuk orang," ujar ibu tiga anak ini.

Baca: Lindungi Bandara Soekarno-Hatta dari Virus Corona, Ini 11 Langkah yang Dilakukan Angkasa Pura II

Baca: Pengamat: Virus Corona Ancam Pangkas Setengah Penjualan dan Produksi iPhone di China

Nurhayati mengaku tak terima dengan apa kejadian yang dialami suaminya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia berharap polisi segera menangkap pelaku.

"Pokoknya masalah ini harus selesai. Nyawa harus dibayar nyawa," tegasnya.

Kesedihan juga tak luput dari Wanda Lestari (19), putri kedua korban.

Ia kehilangan sosok ayah yang dikenal baik dan sayang pada keluarga.

Wanda menuturkan, sempat bermimpi tentang ayahnya beberapa hari sebelum tewas.

"Aneh aja kok mimpiin ayah. Mimpi lagi bercanda, kumpul sama ibu dan ayah," kata Wanda.

Atas musibah yang menimpa orang tuanya, Wanda mengaku ikhlas.

Ilustrasi Pembunuhan. Mabuk Berat dan Lapar, Seorang Pria di Filipina Memenggal Kepala Orang Lalu Memakan Otaknya.
Ilustrasi Pembunuhan. Mabuk Berat dan Lapar, Seorang Pria di Filipina Memenggal Kepala Orang Lalu Memakan Otaknya. (ILUSTRASI/NET)

Ia berharap polisi dapat segera menangkap pelakunya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas