Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fakta Baru Benda yang Diduga Emas Batangan Bergambar Soekarno di Jambi

benda temuan yang diduga emas batangan itu sempat ditawar orang senilai Rp 750 juta, namun sang penemu, Deby Erwin (30) enggan melepasnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Fakta Baru Benda yang Diduga Emas Batangan Bergambar Soekarno di Jambi
Tribun Jambi/Mareza Sutan AJ
Warga Desa Panapalan, RT 3, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, menunjukkan benda yang diduga emas batangan bergambar Soekarno. 

Penawaran kemudian datang.

"Ada yang tawar memang, kemarin. Dia tawar sekitar Rp 750 juta," seloroh Erwin (30).

Namun, hingga kini, dia belum mau melepas barang yang dianggapnya unik itu.

Erwin bilang, ada dua benda yang sama yang dia temukan Jumat lalu.

Namun, saat Tribunjambi.com menemuinya, dia hanya menunjukkan satu saja dan menyimpan batangan satunya di rumah.

Pria asal Kecamatan Tengah Ilir itu menuturkan, saat ini dia hendak menguji keaslian temuannya itu.

Jika benda itu milik negara, dia siap berbesar hati mengembalikannya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Rencananya kini, kami mau cek dulu ke laboratorium. Kalau memang ini produk punya Bank Indonesia, kita kembalikan," terangnya.

Kabar temuan lempengan bergambar Soekarno yang diduga emas batangan, membuat heboh netizen di Jambi.

Begitu kabar itu merebak, Tribunjambi.com meluncur ke lokasi di Desa Panapalan, RT 3, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi.

Erwin (30) merupakan orang yang pertama kali menemukan benda yang diduga emas batangan itu.

Erwin merupakan warga Desa Panapalan.

Diperkirakan, benda yang diduga emas batangan bergambar Soekarno itu beratnya 1 kilogram.

Dalam pengamatan Tribunjambi.com, lempengan itu berwarna keemasan.

Di lempengan itu ada gambar Ir Soekarno beserta tanda tangan dan tulisan "Soekarno".

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas