Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Misteri Sidik Jari dan Gembok di Balik Kematian Janda Kaya, Bukan Asma Tapi Polisi Temukan Ini

Kematiannya masih misteri. Tetangga menyebut Miratin punya asma, tapi polisi menemukan sejumlah fakta yang membuat janda kaya raya meninggal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Misteri Sidik Jari dan Gembok di Balik Kematian Janda Kaya, Bukan Asma Tapi Polisi Temukan Ini
Istimewa/TribunJatim.com
Miratun (65) alias Soton ditemukan dalam kondisi tidak wajar. Warga Lingkungan 6, Desa/Kecamatan Ngunut ini tidak bernyawa, dalam gulungan kasur lipat, Jumat (14/2/2020) dini hari. 

TRIBUNJAKARTA.COM, TULUNGAGUNG - Tetangga membenarkan Miratun (65), janda kaya raya yang ditemukan meninggal pada Jumat (14/2/2020) dini hari itu, menderita asma.

Kematian janda kaya tanpa anak ini masih menyimpan teka-teki.

Sehari setelah penemuan jasadnya, ada faktu baru yang mengarah jika kematian Miratun diduga kuat korban pembunuhan.

Ketahuan dari Lubang Angin

Di rumah besar berpagar hijau, Miratun tinggal sendiri dengan menyewakan dua kamar untuk kos-kosan agar tak kesepian.

Satu kamar disewa Sulistyowati, siswi yang juga SPG, dan lainnya ditempati Wahyu Purnomo, karyawan di salah satu pusat pendidikan.

Pada Kamis (13/2/2020) tepat pukul 23.00 WIB, dua penghuni kos tak biasanya mendapati pagar dan pintu si rumah Miratun terbuka.

Rekomendasi Untuk Anda

"Biasanya pukul 21.00 WIB, pintu pagar sudah ditutup sama ibu," cerita Sulistyowati.

Sulistyowati masih mengingat, malam Jumat itu semua lampu di rumah padam, kecuali ruang tamu.

Kondisi rumah yang gelap gulita malam itu, mendorong rasa penasaran Wahyu yang tiba di kosan pukul 23.00 WIB.

Terungkap dari Lubang Angin

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas