Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Babi yang Mati karena Virus ASF Dibuang di Sungai Badung

Para peternak di Badung tidak melakukan pembuangan bangkai babinya sembarangan, termasuk ke aliran sungai

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Babi yang Mati karena Virus ASF Dibuang di Sungai Badung
istimewa
Foto Bangkai Babi hanyut di Tukad Telabah Batubulan Gianyar 

Pria yang berasal dari Abiansemal Badung ini mengaku sangat memahami masalah peternak.

"Peternak punya babi indukan 10 ekor dengan berat 300 kg. Nah jika semuanya mati, termasuk anak-anaknya. Kemana mereka harus bawa? Kalau pun mereka melakukan penanaman mereka juga membutuhkan dana sebesar Rp 100 sampai 200 ribu sekali tanam," jelasnya.

Dijelaskan, sekali tanam babi upah gali tanah mencapai harga ratusan ribu.

Jika semua babi ber jumlah 10 ekor maka peternak harus mengeluarkan uang jutaan di tengah wabah melanda ternaknya.

"Nah dari itu kita minta pemerintah, memberikan solusi sehingga kejadian itu tidak terulang di masyarakat," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Marak Ditemukan Bangkai Babi di Sungai, GUPBI Sarankan Pemerintah Fasilitasi Penguburan

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas