Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Begini Penjelasan Pembuatan Video Balap Mobil di Underpass YIA yang Viral

KDJ (46) yang merupakan satu di antara pengemudi Honda Civic putih tersebut mengatakan bahwa video tersebut bukanlah balap liar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Begini Penjelasan Pembuatan Video Balap Mobil di Underpass YIA yang Viral
TRIBUNJOGJA.COM / Andreas Desca Budi Gunawan
Tiga pembuat video balap mobil di Underpass Yogyakarta International Airport (YIA), Rabu (19/2/2020) siang akhirnya memberikan klarifikasi terkait video yang ramai diperbincangkan di dunia daring akhir-akhir ini 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, KULON PROGO - Video 'balap liar' ramai diperbincangkan di dunia daring, membuat tiga pelaku pembuatan video balap mobil di Underpass Yogyakarta International Airport (YIA) lakukan klarifikasi.

KDJ (46) yang merupakan satu di antara pengemudi Honda Civic putih tersebut mengatakan bahwa video tersebut bukanlah balap liar seperti yang ramai diperbincangkan.

Berikut pernyataan lengkapnya :

1. Buat dokumentasi

"Video tersebut sebenarnya merupakan sebuah dokumentasi yang dilaksanakan oleh FD Squad yang nantinya akan digunakan untuk keperluan publikasi saat munas di Kediri," kata KDJ, Rabu (19/2/2020) siang.

Dia mengatakan, usai munas dilaksanakan, biasanya akan dilanjutkan dengan kegiatan touring.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tahun ini rencananya ingin saya tarik ke Yogyakarta khususnya di Kulon Progo karena memiliki Bandara baru dan Underpass terpanjang di Indonesia," tuturnya.

2. Sebagai media promosi

Video tersebutlah yang rencananya akan digunakan sebagai media promosi untuk menarik perhatian dari komunitas otomotif yang dia ikuti.

Perihal bocornya video tersebut dan akhirnya menjadi sangat viral, dia mengatakan bahwa sebenarnya video tersebut merupakan sebuah dokumentasi pribadi milik komunitas.

"Kita hanya membagikannya ke grup kita, tapi tidak tahu ternyata ada yang menyebarkannya," katanya.

3. Ajak warga tidak meniru

Dia pun berharap bahwa masyarakat tidak akan meniru perbuatan yang sudah mereka lakukan tersebut.

"Sebenarnya kita pun tidak memacu kendaraanya dalam kecepatan tinggi. Hanya saja suara knalpot yang menggema di dalam terowongan itu membuat suasana menjadi hidup," katanya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas