Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jasad Dua Korban Terakhir Ditemukan Sekitar 700 Meter dari TKP

Lokasi penemuan ini berada sekitar 400 hingga 700 meter dari tempat kejadian perkara kecelakaan air bah yang menewaskan 10 siswi SMPN 1 Turi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Jasad Dua Korban Terakhir Ditemukan Sekitar 700 Meter dari TKP
Ist/Gandung Kusmardana
Proses evakuasi korban terakhir yang ditemukan Minggu (23/2/2020). 

"Siang itu langit di utara sudah gelap. Suami saya bilang ke anak tidak usah ikut Pramuka karena sepertinya akan hujan. Saya waktu itu enggak tahu kalau ada kegiatan di sungai, saya kira di sekolah saja. Saya izinkan anak pergi karena ekskul Pramuka kan sekarang wajib," ujar Rini.

Sampai hujan turun setelah asar, Rini tidak berpikir apa pun. Sekitar pukul 16.30 barulah Rini dipanggil ibunya (nenek Heksa).

"Saya dimarahin ibu saya, katanya ini (di media) anak-anak SMP pada hilang, pada meninggal," kata Rini.

Kepala Sekolah SMPN 1 Turi Buka Suara, Mengaku Baru 1,5 Bulan Menjabat, 'Tak Tahu Ada Susur Sungai!'
Kepala Sekolah SMPN 1 Turi Buka Suara, Mengaku Baru 1,5 Bulan Menjabat, 'Tak Tahu Ada Susur Sungai!' (Instagram @merapi_view)

Trauma

Langsung setelah itu Rini beranjak ke sekolah untuk menjemput sang anak.

Di sekolah, sudah banyak orang tua yang menangis dan mencari anaknya masing-masing.

Rini langsung menemui anaknya yang menunggu di kelas 8D.

Rekomendasi Untuk Anda

"Setelah ketemu langsung saya bawa pulang karena kondisinya basah kuyup," terang Rini.

Baca: Polisi Tetapkan 1 Guru SMPN 1 Turi Sebagai Tersangka Tragedi Susur Sungai yang Tewaskan 8 Murid

Baca: Peluk Ibu Mertua, Tangis BCL Pecah Ziarah di Hari Ke-4, Unge Berlutut di Makam Ashraf Sinclair

Di rumah, setelah bersih-bersih diri dan istirahat, Rini mengatakan Heksa tidak bisa cerita banyak.

"Eggak usah cerita, Ma. Aku takut," ujar Heksa kepada Rini.

Rini menjelaskan anak bungsunya itu seperti mengalami trauma.

Namun, sang anak sempat bercerita bahwa ketika kejadian, dia sedang bergandengan tangan dengan teman-temannya di tengah sungai.

Khoirunnisa, korban susur sungai SMPN 1 Turi dimakamkan (kiri), dokumentasi proses evakuasi (kanan)
Khoirunnisa, korban susur sungai SMPN 1 Turi dimakamkan (kiri), dokumentasi proses evakuasi (kanan) (TRIBUN JOGJA/HO/PUSDALOPS BPBD DIY, Tribunjogja.com | Hasan Sakri)

Sejurus kemudian ada arus deras dari atas. Heksa sempat terbawa arus dan tenggelam.

Namun, kakinya terjepit di sebuah batu dan dirinya berhasil selamat.

"Sangat disayangkan karena seperti enggak mengenal wilayah dan kondisi (cuaca). Enggak ada koordinasi dengan orang tua dan pihak terkait," ujar Rini.

Dia melanjutkan, jika hujan seharusnya sekolah cukup mengadakan kegiatan di sekolah dan lingkungan yang aman. (Tribunjogja.com | Air/uti)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Dua Jenazah Terakhir Siswa SMPN 1 Turi Korban Susur Sungai Ditemukan 700 Meter dari TKP Laka Air

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas