Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bencana Banjir

Banjir di Pantura Subang, 1.200 Orang Mengungsi

Ribuan warga di utara Kabupaten Subang mengungsi dari rumah mereka karena banjir menggenangi ribuan rumah.

Banjir di Pantura Subang, 1.200 Orang Mengungsi
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Anggota polisi di Subang bahu membahu menolong korban banjir yang melanda daerah tersebut, Selasa (25/2/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

 TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG-Ribuan warga di utara Kabupaten Subang mengungsi dari rumah mereka karena bencana banjir.

Air menggenangi ribuan rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, Hidayat mengatakan banjir menerjang delapan kecamatan.

"Total pengungsi mencapai 1,200 jiwa. Kecamatan Pamanukan paling terdampak banjir paling parah," ujar Hidayat via ponselnya, Selasa (25/2/2020).

Hujan mengguyur wilayah Kabupaten Subang sejak Senin (24/2/2020) dan dilanjutkan pada Selasa (25/2/2020) dini hari.

Sungai Cupungara yang bermuara di laut Jawa dan hulunya berada di Bukit Tunggul Kabupaten Bandung Barat, meluap.

Baca: Banjir Lagi, Rahmat HS Malah Begini, Syukur Terjadi Pas Libur, karena Anies Baswedan Orang Soleh

Baca: Banjir Rendam Jakarta Hari Ini, Anak-anak Anggap Sebagai Arena Bermain: Seru Kayak di Ancol

Baca: ‎Wakil Wali Kota Bekasi Sebut Banjir Awal Tahun 2020 Lebih Fatal Dibanding Hari Ini

"Di Kecamatan Pamanukan yang paling terdampak banjir tersebut dengan 1.023 rumah terendam dan 796 jiwa mengungsi," ujarnya.

Adapun 1,200-an jiwa yang mengungsi, selain dari warga terdampak banjir di Kecamatan Pamanukan, juga karena terdampak banjir di Kecamatan Ciasem, Binong, Purwadadi, Pagaden, Pusakaganagara, Pusakajaya hingga Compreng.

Delapan kecamatan tersebut merupakan kawasan pantai utara dan berbatasan langsung dengan laut Jawa. Selain itu, mayoritas daerah pertanian.

"‎Banjir juga menggenang kawasan sawah. Namun belum terdata berapa luas genangan air di area sawah," ujarnya.

Ia menyebut banjir itu diakibatkan oleh luapan air sungai dari arah hulu yang berada di kawasan Sungai Cipunagara.

"Pengungsi tersebar di sejumlah tempat fasilitas umum mulai dari kantor desa hingga di bawah fly over Pamanukan," ujar dia.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas