Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tragedi Susur Sungai

Ketua Gudep SMPN 1 Turi Jadi Tersangka Tragedi Susur Sungai, 2 Tahun Lagi Jalani Masa Pensiun

Nasib malang harus dialami oleh R (58), Guru Seni Budaya SMPN 1 Turi Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ketua Gudep SMPN 1 Turi Jadi Tersangka Tragedi Susur Sungai, 2 Tahun Lagi Jalani Masa Pensiun
Dok.Pusdalops DIY, TribunJogja.com/Hasan Sakri
Ketua Gudep SMPN 1 Turi Jadi Tersangka Tragedi Susur Sungai, Dua Tahun Lagi Jalani Masa Pensiun. Ketiga tersangka yang tak lain adalah pembina Pramuka 

TRIBUNNEWS.COM - Nasib malang harus dialami oleh R (58), Guru Seni Budaya SMPN 1 Turi Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menjelang masa pensiun, R justru harus ditahan oleh pihak kepolisian setelah ditetapkan menjadi tersngka terkait tragedi susur Sungai Sempor.

Tak hanya sendiri, polisi juga menetapkan yakni IYA (36) warga Caturharjo, Sleman yang juga sebagai guru olahraga.

Selain itu, ada juga DDS (58), warga Ngaglik yang merupakan tenaga bantu pembina Pramuka dari luar sekolah SMP N 1 Turi.

Dengan demikian total tiga orang yang ditetapkan menjadi tersangka terkait tragedi susur Sungai Sempor yang dilakukan oleh siswa SMPN 1 Turi, Sleman, pada Jumat pada Jumat (21/2/2020).

Baca: Akui Lalai Jaga Siswa SMPN 1 Turi, Pembina Pramuka Minta Maaf dan Menangis atas Tragedi Susur Sungai

Tiga orang tersebut ditetapkan tersangka karena dianggap yang paling bertanggung jawab dalam peristiwa nahas itu.

Tiga orang tersebut merupakan penginisiasi kegiatan susur sungai tersebut, ketiganya juga telah memiliki sertifikat Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka.

Namun, ketiganya tidak ikut turun ke sungai dan ketiganya dianggap lalai hingga menyebabkan orang lain kehilangan nyawa.

"Ketiga orang ini penentu dan ide, lokasi ada pada mereka, terutama IYA. Tetapi mereka justru tidak ikut turun," kata Wakapolres Sleman Kompol M Kasim Akbar Bantilan Kasim dalam jumpa pers, Selasa (25/2/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca: Tragedi Susur Sungai di Sleman, Ini Batasan Kegiatan Kepramukaan, Tak Bisa Sembarangan

R (58), seorang guru Seni Budaya SMPN 1 Turi sekaligus ketua gugus depan sekolah mengatakan tugasnya saat itu yakni menunggu di sekolah dan mencatat siswa yang telah kembali.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Ayu Miftakhul Husna
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas