Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dikabarkan Terkena Virus Corona, Kaluarga Jamaah Umroh Asal Prabumulih Panik, Ini Kata Mereka

Adanya informasi jika warga Prabumulih berinisial M yang terindikasi virus corona membuat gempar masyarakat Bumi Seinggok Sepemunyian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Dikabarkan Terkena Virus Corona, Kaluarga Jamaah Umroh Asal Prabumulih Panik, Ini Kata Mereka
SRIPOKU.COM/Odi Aria Saputra
M-Jamaah Umroh asal Kota Prabumulih Sumatera Selatan terindikasi Corona saat diperiksa di Bandara SMB II Palembang dan langsung diisolasi di RSMH Palembang, Selasa (3/3/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, PRABUMULIH - Adanya informasi jika warga Prabumulih berinisial M yang terindikasi virus corona membuat gempar masyarakat Bumi Seinggok Sepemunyian.

Warga beramai-ramai membagikan pesan berantai melalui media sosial Whatsapp, Instagram, Facebook dan lainnya.

Dalam postingan - postingan di media sosial masyarakat mempertanyakan kebenaran informasi beredar terkait indikasi virus corona tersebut dan ada juga menulis agar hati-hati terkait adanya warga Prabumulih kena virus corona.

 

Kabar disebar di media sosial tersebut sontak membuat masyarakat cemas dan menghujat para penyebar lantaran memvonis warga kena corona padahal belum ada kepastiannya.

"Benar apa informasi ini, jangan asal tulis, belum ada pernyataan langsung dari pihak berkompeten jangan asal tulis," kata warga mengomentari.

Sementara warga lainnya menyesalkan informasi yang beredar menyebutkan nama tersebut membuat resah dan cemas untuk beraktivitas di kota Prabumulih.

"Semestinya orang terindikasi virus corona itu dibuat inisial namanya bukan ditulis terang, alamatnya juga ditulis. Kita jadi takut," kata warga.

Rekomendasi Untuk Anda

Keluarga Dibuat Kesal

Informasi jika ada warga Kota Prabumulih berinisial M yang terindikasi corona, disesalkan pihak keluarga besar yang bersangkutan.

Susilawati (41) yang merupakan anak kedua M mengaku sangat sedih, panik dan syok mengetahui sang ayah diinformasikan terindikasi kena virus corona yang tidak diperbolehkan pulang.

"Kami panik dan sedih, kami dapat kabar dari kakak sama keponakan yang menjemput tapi tidak boleh dan disuruh pulang."

"Padahal hari ini jadwal pulang dan kami sudah siapkan makanan untuk menyambut bersama warga," katanya dibincangi di kediamannya, Selasa (3/3/2020) sore.

"Memang sering sesak nafas, sebelum pulang bahkan pernah sesak nafas. Memang sudah penyakit beliau," ujarnya.

Disinggung apakah sudah mendapat informasi dari pihak rumah sakit dan petugas KBIH, Susilawati mengaku belum mendapat apa-apa.

"Kita khawatir sekali, Bapak itu sebelum berangkat memang sudah demam," lanjutnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas