Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Heboh Aksi Dugaan Pelecehan Anak di Yogya, Psikolog: Anak Perlu Dilatih Kecurigaan

Seorang anak di Yogya diduga jadi korban pelecehan seksual. Psikolog sebut orang tua perlu latih anak miliki rasa curiga.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: Wulan Kurnia Putri
zoom-in Heboh Aksi Dugaan Pelecehan Anak di Yogya, Psikolog: Anak Perlu Dilatih Kecurigaan
Shutterstock
Ilustrasi(Shutterstock) 

Psikolog di Yayasan Praktek Psikolog Indonesia, Adib Setiawan, S.Psi., M. Psi,. menyoroti kejadian yang berlangsung di Yogyakarta tersebut.

Adib pun mengaku sangat prihatin dengan peristiwa yang menimpa bocah kecil itu.

Melihat dari kasus ini, psikolog di www.praktekpsikolog.com tersebut mengatakan orang tua harus melatih anak memiliki rasa curiga.

Terlebih, terhadap orang-orang yang tidak dikenal dan memiliki perbedaan usia yang jauh.

"Anak-anak kita harus dilatih kecurigaan tertentu terutama pada orang-orang yang tidak dikenal," kata Adib saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (13/3/2020) malam.

"Apalagi yang beda usia jauh, misalnya anak umur 6-7 tahun tapi ditanya-tanya orang yang umurnya di atas 10 tahun, di atas 12 tahun," lanjutnya.

Menurut Adib, melatih anak untuk berteman dengan orang-orang seusianya akan melatihnya memiliki kecurigaan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebaiknya anak-anak dilatih berteman dengan yang seusia saja, jadi ketika anak-anak sudah dilatih seperti itu dia dilatih kecurigaan," terangnya.

Selain itu, psikolog dari www.praktekpsikolog.com itu menyampaikan, orang tua juga perlu mengenalkan anak untuk membedakan orang asing dan orang yang dikenal. 

Baca: Video Pelecehan Siswi SMK Terungkap Setelah Diunggah di WA, Pengamat: Perlu Integrasi Medsos & Mapel

"Orang yang dikenal itu adalah keluarga dekat, teman sekolah, tetangga."

"Barangkali kalau berkomunikasi dengan mereka boleh, tapi kalau dengan orang-orang baru, belum kenal, sebisa mungkin menjauh untuk berkomunikasi," kata Adib.

Adib juga mengatakan, anak perlu diberi pengertian supaya tidak mudah tergiur dengan iming-iming dari orang asing.

"Yang jelas, anak-anak kita perlu dilatih supaya jangan mau diberikan sesuatu seperti permen, atau (iming-iming) yang lain gitu jangan mau," tuturnya.

"Karena kita enggak tahu di luar sana ada predator misalnya," sambung Adib.

Baca: Aktivis Perempuan Anindya Restuviani Tanggapi Maraknya Kasus Pelecehan Seksual di Indonesia

Menurut Adib, hal-hal tersebut dapat dilakukan oleh orang tua untuk meminimalisir kejadian yang tak diinginkan menimpa anak.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas