Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Satu PDP Virus Corona Meninggal Dunia di Solo, Ini Penjelasannya

Dinkes Jateng mengumumkan satu pasien yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona yang dirawat di RSUD dr Moewardi meninggal dunia.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Satu PDP Virus Corona Meninggal Dunia di Solo, Ini Penjelasannya
pixabay.com
Ilustrasi wabah Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah (Jateng) mengumumkan satu pasien yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona yang dirawat di RSUD dr Moewardi meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo, dalam konferensi pers, Kamis (12/3/2020).

Dalam konferensi pers itu, turut hadir Direktur RSUD dr Moewardi Solo, Cahyono Hadi dan Kepala Bidang Pelayanan Medis, Harsini.

"Rabu (11/3/2020) ada satu pasien dalam pengawasan meninggal dunia yang dirawat di RSUD dr Moewardi Solo," kata Yulianto, seperti dikutip dari TribunJateng.com.

Dokter Spesialis Paru RSUD Dr Moewardi Surakarta Harsini (kiri), Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo (tengah) dan Direktur RSUD Moewardi Cahyono Hadi saat konferensi pers di kantor Dinkes Jateng, Kamis (12/3/2020).
Dokter Spesialis Paru RSUD Dr Moewardi Surakarta Harsini (kiri), Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo (tengah) dan Direktur RSUD Moewardi Cahyono Hadi saat konferensi pers di kantor Dinkes Jateng, Kamis (12/3/2020). (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

Ia mengungkapkan, pasien tersebut meninggal dunia disebabkan gagal nafas karena pneumonia.

"Yang jelas meninggalnya karena gagal nafas disebabkan oleh pneumonia," tegasnya.

Jenazah Dibungkus Plastik

Rekomendasi Untuk Anda

Mengutip dari TribunJateng.com, Yulianto mengatakan, pasien yang dinyatakan meninggal tersebut belum dapat dipastikan terjangkit virus corona.

Hingga kini, tim medis masih menunggu hasil pemeriksaan sampel swab hidung dan tenggorokan yang telah dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Namun, satu yang pasti, setelah dinyatakan meninggal, jenazahnya langsung dibungkus plastik.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD dr Moewardi Solo, Harsini menuturkan, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protokol pemulasaran jenazah.

"Saat diserahkan ke keluarga, jenazah dibungkus plastik," terang Harsini.

Ia juga mengatakan, bahwa plastik tersebut tidak boleh dibuka hingga ke liang pusara.

"Hal itu dilakukan karena kami belum mengetahui penyebab meninggalnya pasien," jelasnya.

Baca: Dua Perawat di RSUP Sanglah Denpasar Dalam Pengawasan Virus Corona

Baca: BREAKING NEWS : Pelatih Arsenal Mikel Arteta Positif Terjangkit Virus Corona

Tak Punya Riwayat Bepergian ke Luar Negeri

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas