Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kota Tegal Terapkan Local Lockdown, Anggota DPR Sarankan Istilah Karantina Wilayah Terbatas

Anggota DPR RI Komisi IX Dewi Aryani menyarankan istilah lockdown untuk diganti karena membuat masyarakat Tegal panik.

Kota Tegal Terapkan Local Lockdown, Anggota DPR Sarankan Istilah Karantina Wilayah Terbatas
Istimewa
Anggota DPR RI Komisi IX Dewi Aryani menyarankan istilah lockdown untuk diganti karena membuat masyarakat Tegal panik. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah mengambil kebijakan local lockdown dengan cara menutup akses keluar masuk kota selama empat bulan ke depan.

Kebijakan itu diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) masuk ke Kota Tegal.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IX Dewi Aryani menyarankan istilah lockdown untuk diganti karena membuat masyarakat panik.

Dewi Aryani menyebut istilah lockdown agar diganti dengan kata karantina wilayah secara terbatas

Menurutnya, penerapan kebijakan local lockdown ini dilakukan dengan tidak sepenuh hati oleh Pemkot Tegal. 

"Langkah yang diambil ekstrem, tetapi realisasinya setengah hati," ucapnya kepada wartawan, Jumat (27/3/2020), dikutip Kompas.com.

Anggota Komisi IX DPR Dewi Aryani menegaskan, saat inilah waktunya pemerintah benar-benar serius membantu Bupati Indramayu untuk mewujudkan Desa Migran Produktif (Desmigratif).
Anggota Komisi IX DPR Dewi Aryani (Desmigratif). (dok.DPR)

Baca: Kota Tegal Terapkan Isolasi Wilayah, Pemkot Siapkan 500 Beton MCB hingga ASN Sumbang Gajinya

Baca: Sikapi Virus Corona, PBNU Ajak Masyarakat Tidak Mudik dan Ajak Berlebaran Secara Daring

Dewi juga meminta kepala daerah lebih berhati-hati dalam menerapkan kebijakan local lockdown seperti yang diterapkan Pemkot Tegal.

Ia menambahkan, istilah lockdown seharusnya tidak digunakan oleh Pemkot Tegal.

Lockdown itu yang berarti mengunci seluruh akses masuk dan keluar suatu daerah.

Terlebih, masyarat Tegal yang merasa panik dengan adanya kebijakan lockdown.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Indah Aprilin Cahyani
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas