Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mobil Pemadam Terhalang Pos Lockdown Kampung di Mungkid Magelang Selama 5 Menit

Tinggi pos kurang lebih 3-3,5 meter sedangkan mobil damkar butuh kurang lebih 4-4,5 meter agar tetap berjalan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Mobil Pemadam Terhalang Pos Lockdown Kampung di Mungkid Magelang Selama 5 Menit
TWITTER
Mobil damkar tak bisa masuk karena terhalang lockdown 

Dilansir dari Tribun Jogja, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (11/4/2020) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu di tengah perjalanan, mobil damkar terhalang oleh pos pemeriksaan mandiri masyarakat.

Baca: Dua Hari Menjalani Perawatan, Pasien Covid-19 di Lampung Meninggal Dunia

Baca: DATA TERKINI Jumlah Pasien Positif Corona 4.557 Orang Per 13 April 2020, 399 Meninggal, 380 Sembuh

Pos ini didirikan di sebuah jembatan kecil, tidak jauh dari lokasi kebakaran sehingga mobil pemadam tertahan selama lima menit.

Hingga akhirnya petugas berinisiatif untuk mengangkat tenda pos tersebut.

"Kami dapat laporan adanya kebakaran di Paremono tapi saat mau lewat tertutup portal-portal disinfektasi.

Jalur itu memang jalur terdekat dari induk untuk ke lokasi.

Akhirnya, dibantu masyarakat, dibantu yang jaga.

Rekomendasi Untuk Anda

Sama petugas juga diangkatkan pos itu," kata Kepala UPT Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Magelang, Didik Wahyu Nugroho, Minggu (12/4/2020).

Baru kemudian dapat lewat dan melakukan penanganan kebakaran.

Baca: Dugaan Penyebab Kebakaran di Ambon yang Tewaskan 2 Warga, Pertengkaran Pasutri

Baca: Kapolda Papua dan Pangdam/XVII Cenderawasih Temui Anggota di Mamberamo

Bagian apron ataupun pompa atas terhalang atap pos pemeriksaan.

Tinggi pos kurang lebih 3-3,5 meter sedangkan mobil damkar butuh kurang lebih 4-4,5 meter agar tetap berjalan.

"Apron-nya, pompa atas atau monitor.

Itu paling tidak kita itu tingginya kalau yang besar itu minim gapura-gapura itu ya 4 meter.

Minimal 4 meter dan itu tidak boleh goyang.

Pos pun diangkat dan warga ikut membantu, kooperatif.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas