Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Pekerja Hotel yang Terdampak Virus Corona, Harap-harap Cemas Tak Digaji dan Diputus Kontrak

Perempuan berhijab ini menceritakan, teman-temannya bahkan sejak seminggu lalu diputus kontrak oleh pengelola hotel

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Cerita Pekerja Hotel yang Terdampak Virus Corona, Harap-harap Cemas Tak Digaji dan Diputus Kontrak
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI HOTEL - Lampu kamar menyala membentuk lambang hati di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Jumat (17/4/2020). Aksi itu dilakukan sebagai bentuk ungkapan cinta terhadap para tenaga medis yang berjuang di garis terdepan dalam penangan covid-19 di Indonesia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAWA BARAT - Sudah memasuki hari ke-19, Nina (30) tidak masuk kerja.

Hotel tempatnya bekerja ditutup sementara sejak awal bulan sesuai anjuran pemprov DKI Jakarta untuk menekan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Baca: Pesan Merry Riana, Tidak Keluar Rumah saat PSBB Bukan Berarti Terputus dari Dunia Luar

Pagi ini, ia mengawali hari memasak makanan untuk anak semata wayangnya.

"Agak takut juga bulan ini (April) enggak digaji, kan dirumahkan. Bulan lalu masih digaji full, masih pergi kantor," ujar Nina di kediamannya, Senin (19/4/2020).

Perempuan berhijab ini menceritakan, teman-temannya bahkan sejak seminggu lalu diputus kontrak oleh pengelola hotel.

Rekomendasi Untuk Anda

"Teman-teman lima orang sudah diputus kontrak, rata-rata karyawan yang didesk frontliner," katanya lagi.

Nina menuturkan, hanya bisa pasrah dengan keadaan yang tidak pasti ini.

Satu yang dapat ia syukuri dengan keadaan ini, adalah Nina dapat mengurus anak semata wayangnya yang berusia 3 tahun.

Nina mengatakan, saat ia bekerja anak laki-lakinya itu harus dititipkan ke tetangga dan dijemput kembali saat sore hari.

"Dulu kan pas saya lahiran anak ini enggak bisa saya urus, langsung masuk kerja. Nah sekarang mungkin diberi waktu biar bisa sama-sama anak yang lagi lucu-lucunya. Itu sih yang saya syukuri banget di saat begini," ungkap Nina.

Sejak tidak bekerja, Nina berkegiatan layaknya ibu rumah tangga lain seperti memasak, mengurus anak dan suaminya.

Sampai saat ini, ia dan ratusan karyawan hotel belum menerima kejelasan terkait nasib mereka.

"Alhamdulillah jika masih digaji. Kalau enggak ya sudah enggak papa, yang penting masih jadi karyawan di sana," harap dia.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas