Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

PDP di Samarinda Minta Pulang karena Ibunya Sakit, Mengamuk 2 Kali hingga Pecahkan Kaca Jendela

Pasien dalam pengawasan (PDP) meminta pulang kampung untuk merawat ibunya yang tengah sakit.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in PDP di Samarinda Minta Pulang karena Ibunya Sakit, Mengamuk 2 Kali hingga Pecahkan Kaca Jendela
KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON
Suasana Ruang Instalasi Gawat Darurat (IDG) RSUD IA Moeis Jalan HM Rifadin, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (19/3/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang peserta Ijtima Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan asal Samarinda ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

Saat ini pasien tersebut dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Inche Abdoel Moeis, Samarinda, Kalimantan Timur.

Namun, pasien tersebut meminta pulang kampung untuk merawat ibunya yang tengah sakit.

Ia pun mengamuk di ruang perawatan karena tetap ingin pulang pada Sabtu (18/4/2020).

Pasien tersebut kembali mengamuk, meski telah dibujuk oleh para petugas pada Minggu (19/4/2020).

Tim gugus tugas akhirnya melakukan negosiasi agar pasien tidak melakukan keributan di ruang isolasi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Samarinda, Ifran mengatakan, pihaknya telah memberi pengertian kepada pasien bahwa PDP tersebut sedang sakit.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mengamuk ingin pulang ke kampung halaman untuk merawat ibu beliau yang lagi sakit."

"Tapi kita beri pengertian bahwa beliau memang lagi sakit," ujar Ifran, dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (20/4/2020).

Baca: Mardani Ali Sera: Pemerintah Amatir Hadapi Pandemi Virus Corona

Baca: Di Tengah Wabah Virus Corona, Bondowoso Laporkan Kasus Flu Burung yang Tewaskan Puluhan Ayam

Baca: Respons Politikus Demokrat Terkait Hasil Survei Pemerintah Terlambat Tangani Virus Corona

Ia juga menjelaskan, semua biaya perawatan sudah ditanggung oleh pemerintah daerah.

Pihaknya juga akan merawat ibu dari pasien PDP tersebut, agar pasien mau diisolasi.

"Kita rawat dia memang semuanya dijamin daerah, termasuk permintaan beliau merawat ibunya di kampung kita sanggupin," jelasnya.

"Kita juga dibantu oleh guru beliau untuk menasehati. Alhamdulillah setelah kami negosiasi, beliau mau masuk ke kamarnya," imbuh Ifran.

Proses Negosiasi

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih mengatakan, pihaknya menghadapi pasien PDP yang mengamuk ini dengan berbagai cara.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas