Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kronologis Tertangkapnya Oknum Petugas Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar Saat Selundupkan Sabu

Upaya mengeluarkan diduga narkoba jenis sabu itu cukup sulit selain karena kepala charger bentuknya kecil dan narkoba dipaksa dipadat-padatkan.

Kronologis Tertangkapnya Oknum Petugas Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar Saat Selundupkan Sabu
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Petugas Satresnarkoba Polres Badung saat menggiring ER (kaus hitam) masuk ke dalam mobil. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUNNEWS.COM, MANGUPURA - Seorang oknum pegawai lapas kedapatan menyelundupkan narkoba ke dalam Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar, Selasa (28/4/2020) malam.

"Dia adalah petugas jaga kami pada pukul 19.00 Wita kurang saat aplusan diperiksa petugas P2U (Petugas Penjaga Pintu Utama) dan ditemukan diduga narkoba jenis sabu-sabu. Kami langsung menghubungi Kadivpas dan diarahkan kami harus melapor ke bagian keamanan. Kemudian saya langsung menghubungi Kapolres Badung," jelas Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar Lili, Rabu (29/4/2020) dinihari tadi.

Petugas Lapas itu berinisial ER usia 23 tahun.

ER merupakan pegawai kelahiran Bangli, 24 Oktober 1993 yang direkrut pada tahun 2017 dengan pangkat Pengatur Muda (II/a).

Dia mulai bertugas di Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar mulai tahun 2018.

Lili menuturkan kronologis petugasnya berhasil menggagalkan upaya menyelundupkan narkoba ke dalam Lapas.

Baca: Terpapar Saat Ikut Pelatihan di Asrama Haji Sukolilo, Dua Petugas Kesehatan Haji Pamekasan Sembuh

"Awalnya pegawai lapas perempuan dengan inisial ER sebelum pukul 19.00 datang dan akan melaksanakan tugas jaga malam di mana yang bersangkutan merupakan petugas regu jaga IV yang menggantikan regu jaga I," jelas Lili.

Kemudian ER memasuki Lapas dan Petugas Penjaga Pintu Utama (P2U) melakukan pemeriksaan oleh tim P2U atas nama Dhayani dan Mita dengan menggunakan x-ray dan dilanjutkan dengan penggeledahan manual terhadap barang-barang bawaan dan badan.

Barang bukti sabu yang dikemas dalam 12 bungkus seberat masing-masing 1 kg.
Barang bukti sabu yang dikemas dalam 12 bungkus seberat masing-masing 1 kg. (Bea Cukai)

Setelah dilakukan pemeriksaan petugas Dhayani mencurigai barang bawaan berupa batok charger jenis Samsung tipe Galaxy S berwarna putih yang warnanya sudah lusuh dan kotor di dalam tas.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas