Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pemakaman PDP di Kota Binjai Ditolak, Warga Lemparkan Batu ke Arah Ambulans

Pemakaman dilaksanakan sesuai sesuai SOP oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bersama BPBD, Dinkes Kota Binjai

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pemakaman PDP di Kota Binjai Ditolak, Warga Lemparkan Batu ke Arah Ambulans
Freepik
ilustrasi virus corona 

Laporan Wartawan Tribun Medan Dedy Kurniawan

TRIBUNNEWS.COM,  BINJAI - Pemakaman  PDP Covid-19, Jubaidah (44) diwarnai pelemparan batu pada mobil ambulan yang membawa korban.

Jubaidah warga Kecamatan Binjai Barat meninggal dunia pada hari Kamis (30/4/2020) sekitar pukul 20.00 WIB di RS Arta Medika, Kota Binjai.

Rencana pemakaman Jubaidah mendapat penolakan dari warga sekitar Mencirim.

Warga Kelurahan Mencirim, Binjai Timur  melempari mobil ambulans yang hendak mengecek lokasi pemakaman jenazah Jubaidah.

Pada pukul 23.00 WIB mobil ambulans pihak Pemko Binjai melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Binjai dilempari pakai batu dan dipukul-pukul warga Mencirim.

"Kami tidak terima dimakamkan di sini. Sekali kami bilang tidak, ya tidak. Balik sana kalian. Intinya kami tidak akan terima," teriak warga yang menolak.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ambulans PSC Dinkes Kota Binjai yang melakukan pengecekan dilempari warga dengan batu, sehingga dengan mempertimbangkan faktor keamanan oleh pihak Pemko berkoordinasi dengan pihak keluarga.

Almarhumah akhirnya dikebumikan di Pemakaman Umum Muslim Jalan Mayjen Sutoyo Lingkungan I Gang Wakaf Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Binjai Barat," kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Jumat (1/5/2020).

Jenazah Jubaidah akhirnya dimakamkan pukul 02.45 WIB, Jumat (1/5/2020).

Pemakaman dilaksanakan sesuai sesuai SOP oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bersama BPBD, Dinkes Kota Binjai.

Proses pemakaman dikawal aparat hukum Danramil 01/Kota Kapten Inf A Yani Lubis, Kapolsek Binjai Barat AKP Arnawati, personel Polsek Binjai Barat dan Koramil 01/Kota.

"Selesainya jam 03.20 WIB pemakaman, berjalan dengan aman dan terkendali. Jubaidah meninggalkan seorang suami dan tiga orang anak," katanya.

Sebelum mengembuskan nafas terakhir, Jubaidah dirawat karena memiliki riwayat diabetes yang sudah menahun.

Seminggu belakangan Jubaidah mengalami sesak nafas (komplikasi) sehingga dirawat di RS Arta Medika Jalan Samanhudi Kecamatan Binjai Kota.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas